home community

Pemberdayaan Mustahik Disabilitas Melalui Produksi Hasil Mesin Jahit

Jum'at, 03 September 2021 - 19:11 WIB
Petugas Baznas melakukan pendataan mustahik disabilitas. (foto: istimewa)
Keadaan tak sempurna tidak membuat setiap orang yang memiliki tekad dan semangat yang kuat putus asa. Kelompok mustahik disabilitas yang tergabung dalam kelompok Anggrek KCB binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) Baznas masih eksis dalam memproduksi berbagai jenis produk seperti kerudung, masker, kaos, tas dan lain-lain.

Ketua Kelompok Anggrek KCB, Yuli, 40, mengungkapkan meskipun saat ini kelompok telah memiliki banyak permintaan pasar dari pelanggan prioritas maupun konsumen lainnya, akan tetapi masih terkendala dalam kurangnya SDM yang memumpuni.

Maka dari itu kelompok Anggrek KCB ingin melakukan ekspansi bisnis dengan memperbanyak SDM yang nantinya akan dilatih menjadi tenaga produksi dengan cara mendirikan Rumah Panggung Konveksi di Kampung Beting, Desa Pantaibahagia, Kecamatan Muaragembong, Kab Bekasi.

"Kegiatan pelatihan produksi nantinya akan membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif disana yang apabila dikelola dengan baik akan berdampak luar biasa bagi masyarakat setempat." ujar Yuli melalui keterangannya, Jumat (3/9).

Baca juga:Rumah Oksigen Gotong Royong Disiapkan Jadi Fasilitas Isoman

Kelompok itu kini beranggotakan 10 orang masyarakat difabel dengan berbagai kebutuhan khusus. Bantuan yang mereka terima pada 2019 lalu sebagian besar dimanfaatkan untuk pembelian perlengkapan usaha berupa mesin obras, overdeck, dan mesin jahit. Hingga saat ini, kelompok Anggrek KCB telah mendapatkan pendampingan usaha secara intensif.

Pendamping program Baznas, Rusnadi mengatakan bahwa pendampingan intensif bertujuan dalam menguatkan mental dan membangun mindset usaha yang maju, membimbing mustahik menjadi entrepreneur yang baik dan berkah dan menjadikan mustahik menjadi muzaki.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
komunitas mustahik disabilitas
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya