LANGIT7.ID-Mengeluh adalah hal yang mudah. Sedikit masalah datang, hati langsung gelisah. Ada harapan yang tidak terpenuhi, lisan mulai mempertanyakan keadaan. Padahal, dalam hidup ini sering kali nikmat jauh lebih banyak daripada kesulitan yang sedang dirasakan.
Masalahnya, manusia cenderung lebih mudah mengingat satu kesulitan daripada seratus nikmat yang telah Allah berikan.
Ketika fokus hanya pada apa yang kurang, hidup terasa sempit. Namun ketika hati belajar melihat nikmat yang masih ada, hidup terasa lebih ringan.
Bersyukur bukan berarti tidak merasakan kesedihan atau kesulitan. Bersyukur adalah kemampuan untuk tetap melihat kebaikan Allah di tengah keadaan yang belum sempurna.
Masih bisa beribadah, masih diberi kesehatan, masih memiliki keluarga, masih diberi kesempatan memperbaiki diri - semua itu adalah nikmat yang sering dianggap biasa.
Orang yang mudah bersyukur akan lebih tenang menjalani hidup. Sebaliknya, orang yang gemar mengeluh akan sulit merasakan ketenangan, karena hatinya selalu terpaku pada apa yang belum dimiliki.
Maka biasakan diri untuk lebih banyak bersyukur daripada mengeluh. Lebih banyak menghitung nikmat daripada menghitung kesulitan.
Karena hati yang dipenuhi syukur akan lebih mudah melihat kasih sayang Allah dalam setiap keadaan.
(*/saf/Komunitas QM)
(lam)