LANGIT7.ID-Tidak semua hal di dunia ini bisa berjalan sesuai rencana kita. Kadang, meski sudah berusaha sekuat tenaga, hasilnya tak sesuai harapan. Doa-doa seolah menggantung, dan takdir berjalan ke arah yang tak kita duga.
Saat itulah kita diuji: apakah kita mampu menerima dengan lapang dada, atau justru mengeluh dan menolak kenyataan?
Menerima bukan berarti menyerah. Tapi belajar tunduk pada keputusan Allah yang jauh lebih tahu apa yang terbaik untuk kita, bahkan ketika hati belum bisa memahami.
Allah ﷻ berfirman:
وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌۭ لَّكُمْ ۖ
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu..." (QS. Al-Baqarah: 216)
Betapa sering kita kecewa pada sesuatu yang ternyata di kemudian hari menyelamatkan kita. Betapa banyak hal yang dulu kita tangisi, tapi kini kita syukuri.
Belajar menerima takdir adalah bentuk kedewasaan iman. Sebab iman tidak hanya percaya saat keadaan baik, tapi juga percaya penuh saat hidup terasa berat.
Malam ini, mari kita berserah sepenuhnya kepada-Nya. Terima semua yang sudah terjadi dengan hati yang ridha. Dan esok, tetap bangkit dengan semangat, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan kesabaran hamba-Nya.(*/saf/Komunitas QM)
(lam)