home global news

Ramadhan Sebagai Bulan Transformasi- 01

Jum'at, 08 Maret 2024 - 15:00 WIB
Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali.Foto/ist
Shamsi Ali Al-Kajangi*

Umumnya ketika kita bersentuhan dengan Ramadhan maka yang terbetik pertama kali dan jelas di kepala adalah puasa dan ragam amalan ritual lainnya. Yang teringat adalah puasa di siang hari dengan meninggalkan makan minum, hubungan suami isteri dan banyak kesenangan dunia lainnya. Juga teringat tarawih di malam hari serta ragam ibadah lainnya termasuk tilawah Al-Qur’an, dzikrullah, dan seterusnya.

Sangat sedikit di antara kita yang menyadari bahwa di samping signifikansi Ramadhan dengan berbagai amalan ritual itu, Ramadhan juga menjadi bulan yang sangat penting bagi terjadinya transformasi kehidupan manusia. Mungkin tidak berlebihan jika saya labeli bulan Ramadhan sebagai bulan transformasi (month of transformation). Bulan yang sangat esensial bagi umat manusia untuk melakukan “perubahan mendasar” (foundational change) dari suatu keadaan kurang baik ke keadaan yang lebih baik bahkan terbaik.

Baca juga:Pertarungan Joe Biden vs Donald Trump

Berbicara tentang transformasi (foundational change atau perubahan mendasar) juga berbicara tentang sesuatu yang memang menjadi tuntutan dasar kehidupan. Alam semesta, termasuk manusia di dalamnya secara alami dan secara konstan (terus menerus) mengalami perubahan. Tidak ada yang statis (tidak berubah) kecuali Pencipta (Khaliq). Sebaliknya semua ciptaan (makhluq) secara alami pasti mengalami perubahan.

Dari sinilah jika saya menterjemahkan Ramadhan sebagai bulan ketakwaan (syahru at-taqwa) maka saya terjemahkan dengan “bulan transformasi”. Karena ketakwaan yang sesungguhnya adalah kemampuan melakukan perubahan dari suatu keadaan yang kurang/tidak baik menuju kepada keadaan yang baik dan lebih baik.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
bulan ramadhan transformasi imam shamsi ali
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya