home edukasi & pesantren

Cerita Dai 3T di Selat Nasik Belitung, Diundang Khutbah Nikah hingga Ajarkan Tilawah

Senin, 25 Maret 2024 - 10:00 WIB
Pendakwah di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), Didiek Sri Mulya Ahmad, pendakwah asal Jakarta dan Qoriza Saumiddin Lubis dalam sebuah kegiatan di Belitung Timur.
Para pendakwah di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) mempunyai banyak kisah selama bertugas. Salah satunya dialami Didiek Sri Mulya Ahmad, pendakwah asal Jakarta dan Qoriza Saumiddin Lubis dari Belitung Timur.

"Setiba saya di sini, respons masyarakat sangat antusias. Contohnya, saya diundang untuk khutbah nikah. Itu salah satu hal yang tidak pernah saya lupakan," kata Didiek.

Dia mengaku, berbagai kegiatan keagamaan dijalankan bersama masyarakat, khususnya terkait pembelajaran tilawah dan qiraat Al-Qur'an.

Baca juga:Sambut Ramadhan 1445 H, Kemenag Kirim 500 Pendakwah ke Wilayah 3T

"Saya mengajarkan sekitar empat cabang MTQ. Tahfiz Qur'an, tilawah anak-anak, tilawah remaja, bahkan qiraat. Itu saya ajarkan kepada mereka. Akhirnya tiga masjid sekitar sini, kita adakan tilawah Al-Quran rutin," terangnya.

Didiek menyaksikan terdapat enam suku di Kecamatan Selat Nasik ini, yaitu Melayu, Buton, Sunda, Jawa, dan Makassar yang hidup berdampingan dengan damai.

"Ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Bertemu orang-orang yang satu pulau dengan beragam suku, tapi tetap memegang teguh nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika. Bahkan ritual-ritual keagamaan mereka semua berbeda," tuturnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya