Wanita Lansia Ikut Sumbang Sebutir Telur untuk Dana Pembangunan Masjid di India
Esti setiyowati
Jum'at, 19 April 2024 - 21:00 WIB
ilustrasi
Aksi sederhana dari seorang nenek yang menyumbangkan telur untuk membantu penggalangan dana pembangunan sebuah masjid di Sopore, distrik Baramulla, Kashmir Utara, mendadak viral.
Pasalnya telur dengan harga pasar 8 Rupee India (sekitar Rp1.559), berhasil dilelang dengan nilai Rp44,1 juta. Lelang dalam upaya penggalangan dana pembangunan masjid itu sendiri diatur oleh panitia pengelola masjid.
Mengutip India.com, Jumat (19/4/2024), panitia masjid telah mengumpulkan sumbangan baik dalam bentuk tunai maupun barang untuk pembangunan masjid.
Seorang wanita lansia yang tidak ingin disebut namanya, menyumbangkan telur segar.
Baca juga:Banjir Langka Landa Dubai, Muazin di UEA Ubah Lafaz Adzan
Panitia mengatakan semua sumbangan yang diberikan dalam bentuk barang, termasuk telur ayam, akan dilelang. Sedekah sederhana berupa telur itu ternyata menjadi incaran para penawar hingga lelang berlangsung selama tiga hari dan beberapa putaran. Telur itu dijual kepada penawar yang berhasil.
Setiap kali penawar berhasil membeli telur tersebut, mereka membayar jumlah penawaran. Namun, menurut penduduk setempat, penawar kemudian malah mengembalikan telur tersebut kepada panitia sebagai sumbangan untuk mengumpulkan lebih banyak uang.
Pasalnya telur dengan harga pasar 8 Rupee India (sekitar Rp1.559), berhasil dilelang dengan nilai Rp44,1 juta. Lelang dalam upaya penggalangan dana pembangunan masjid itu sendiri diatur oleh panitia pengelola masjid.
Mengutip India.com, Jumat (19/4/2024), panitia masjid telah mengumpulkan sumbangan baik dalam bentuk tunai maupun barang untuk pembangunan masjid.
Seorang wanita lansia yang tidak ingin disebut namanya, menyumbangkan telur segar.
Baca juga:Banjir Langka Landa Dubai, Muazin di UEA Ubah Lafaz Adzan
Panitia mengatakan semua sumbangan yang diberikan dalam bentuk barang, termasuk telur ayam, akan dilelang. Sedekah sederhana berupa telur itu ternyata menjadi incaran para penawar hingga lelang berlangsung selama tiga hari dan beberapa putaran. Telur itu dijual kepada penawar yang berhasil.
Setiap kali penawar berhasil membeli telur tersebut, mereka membayar jumlah penawaran. Namun, menurut penduduk setempat, penawar kemudian malah mengembalikan telur tersebut kepada panitia sebagai sumbangan untuk mengumpulkan lebih banyak uang.