Duet Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kreatif
Prof. Dr. Anton A. Setyawan
(Guru Besar Ilmu Manajemen FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta)
Dalam sebuah perguruan tinggi, kelengkapan strata kelimuan untuk pendidikan sarjana secara ideal haruslah lengkap. Satu bidang keilmuan diharapkan mempunyai tiga strata, yaitu pada level S1 (sarjana), S2 (magister), dan S3 (doktor). Hal ini menunjukkan kelengkapan level keilmuan (frontier of science) dari program studi universitas tersebut.
Tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, program studi S3 atau doktor bertanggung jawab menghasilkan hasil penelitian berkualitas. Pada level awal, penelitian berkualitas ditunjukkan dengan publikasi hasil penelitian pada jurnal ilmiah bereputasi. Pada level berikutnya, penelitian dari pendidikan doktor harus menghasilkan hilirisasi bagi industri, seperti di negara-negara maju.
Kritik yang sering dialamatkan pada pemerintah maupun dunia pendidikan tinggi di Indonesia, penelitian yang dihasilkan hanya berkutat pada hasil publikasi dan tidak menghasilkan luaran berupa model kebijakan atau produk komersialisasi. Pertanyaannya, apakah jumlah dan kualitas SDM peneliti di Indonesia sudah mencukupi? Hal ini penting, karena penelitian berkualitas memerlukan SDM peneliti yang berkualitas. SDM peneliti yang diperlukan di Indonesia adalah peneliti dengan kualifikasi pendidikan S3.
Mengapa pendidikan S3? Pada level pendidikan S3, capaian pembelajaran yang harus dikuasai peserta didik adalah kemampuan mengembangkan pengetahuan baru, original, teruji, terdepan, dan bermanfaat berdasarkan ontologi, yakni realitas atau fenomena (induktif); epistemologi, yaitu kerangka kerja konseptual, metodologi, dan fakta (deduktif); dan aksiologi, yakni nilai dan ilmu pengetahuan.
Berapa jumlah Doktor yang dibutuhkan di Indonesia untuk meningkatkan kualitas penelitian di negara ini? Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri mencatat, jumlah penduduk Indonesia pada bulan Juni 2021 mencapai 272,23 juta. Berdasarkan jenjang pendidikan, hanya sebanyak 59.197 ribu jiwa atau 0,02 persen yang berpendidikan Doktor (S3).