Hati-Hati dan Harus Khusuk, Shalat Seperti Ini Dinilai Tak Sah
Muhajirin
Selasa, 07 September 2021 - 06:01 WIB
ilustrasi shalat (foto: langit7.id/istock)
Da’i kondang sekaligus pendiri Quantum Akhyar Institute, Ustadz Adi Hidayat (UAH), mengungkap ciri shalat yang dianggap tidak sah meski dilakukan dengan khusyuk. Ciri tersebut mesti dihindari agar shalat bisa sempurna di sisi Allah Ta’ala.
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, shalat merupakan kewajiban utama umat Islam. Shalat telah ditentukan waktu dan rakaatnya. Shalat dianggap sebagai tiang agama, sehingga menjadi landasan utama iman seorang hamba. Maka berdosa bagi seorang muslim untuk meninggalkannya.
Baca Juga:Ada Penyesuaian, Program One Pesantren One Product Tetap Berjalan
UAH menyebut ibadah ritual lima kali sehari itu merupakan cara Allah Ta’ala membimbing manusia ke arah yang benar dan terhindari perbuatan keji dan munkar. Maka shalat wajib dikerjakan secara sempurna.
Dia mengutip satu riwayat yang menunjukkan shalat dianggap tidak sempurna. Riwayat itu mengisahkan tentang sahabat yang shalat di samping Nabi Muhammad SAW di Masjid. Setelah selesai, Rasulullah meminta sahabat tersebut untuk mengulangi shalatnya. Sahabat itu bahkan diminta mengulang sampai tiga kali.
Setelah mengulang shalat sebanyak tiga kali, sahabat itu pun mendatangi Rasulullah SAW dan mengaku tak bisa lagi shalat lebih baik dari yang dikerjakannya itu.
“Ya Rasulullah, saya tidak bisa yang lebih baik (khusyuk) lagi daripada yang tadi,” kata sahabat tersebut.
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, shalat merupakan kewajiban utama umat Islam. Shalat telah ditentukan waktu dan rakaatnya. Shalat dianggap sebagai tiang agama, sehingga menjadi landasan utama iman seorang hamba. Maka berdosa bagi seorang muslim untuk meninggalkannya.
Baca Juga:Ada Penyesuaian, Program One Pesantren One Product Tetap Berjalan
UAH menyebut ibadah ritual lima kali sehari itu merupakan cara Allah Ta’ala membimbing manusia ke arah yang benar dan terhindari perbuatan keji dan munkar. Maka shalat wajib dikerjakan secara sempurna.
Dia mengutip satu riwayat yang menunjukkan shalat dianggap tidak sempurna. Riwayat itu mengisahkan tentang sahabat yang shalat di samping Nabi Muhammad SAW di Masjid. Setelah selesai, Rasulullah meminta sahabat tersebut untuk mengulangi shalatnya. Sahabat itu bahkan diminta mengulang sampai tiga kali.
Setelah mengulang shalat sebanyak tiga kali, sahabat itu pun mendatangi Rasulullah SAW dan mengaku tak bisa lagi shalat lebih baik dari yang dikerjakannya itu.
“Ya Rasulullah, saya tidak bisa yang lebih baik (khusyuk) lagi daripada yang tadi,” kata sahabat tersebut.