LANGIT7.ID, Jakarta - Program unggulan Pemerintah Daerah Jawa Barat (Jabar), yakni bantuan modal One Pesantren One Product (OPOP) tetap berjalan untuk kali ketiga berturut-turut. Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menyampaikan, di situasi pandemi Covid-19 sedikit mempengaruhi tapi tidak mengurangi dana untuk OPOP.
Dia mengatakan, sebelumnya memang sempat ada rencana
refocusing anggaran sampai ke tahap pembicaraan apakah OPOP dapat digelar lagi atau tidak. Namun, dengan komitmen kuat hal itu urung dilaksanakan.
Baca Juga: Amalan Sunnah yang Perlu Diperbanyak di Bulan Safar"
Alhamdulillah program OPOP berhasil dilaksanakan walaupun ada penyesuaian di masa Covid-19. Ini adalah tahun ketiga pada masa kepemimpinan kami," ujar Uu dalam keterangannya, Senin (6/9/2021).
Uu menjelaskan, program OPOP tetap dilaksanakan dengan anggaran tetap meskipun ada modifikasi dalam prosesnya. "Kalau anggaran lain silakan
refocusing, tapi tolong program keumatan, hibah, bansos, program OPOP jangan sekali-kali disentuh karena ini menyangkut keumatan," tuturnya.
Baca Juga: Kangen Zainuddin MZ: Tujuh Golongan yang Dapat Perlindungan Allah di Hari AkhirSementara, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jabar Kusmana Hartadji meskipun besaran dana OPOP tetap namun ada sedikit perubahan dalam jumlah pemenang audisi, yakni akan terjadi di tahap kedua di mana asalnya menyaring 100 ponpes kini menjadi 28 ponpes.
Pada tahap pertama tetap 1.000 ponpes pemenang audisi dan pada setiap tahap tidak terhindarkan pemotongan pajak. Adapun pemenang tahap pertama akan dapat Rp25 juta dipotong pajak 15 persen untuk startup, dan Rp35 juta dipotong pajak 15 persen untuk
scale up. Sedangkan 28 pemenang audisi tahap kedua akan mendapatkan hadiah bantuan modal sebesar Rp100-200 juta.
"Seluruhnya sudah diproses masuk rekening sejak tiga hari lalu," ujarnya.
Baca Juga:
7 Pesantren Tahfidz Al-Quran Terbaik di Indonesia
Mengenal Kitab Tafsir Karya Ulama Nusantara, dari yang Berbahasa Jawa hingga Bugis(asf)