home sosok muslim

Coba Belajar Dari Sholah Athiyah, Lelaki Paspasan Yang Kemudian Menggemparkan

Selasa, 18 Juni 2024 - 07:18 WIB
Coba Belajar Dari Sholah Athiyah, Lelaki Paspasan Yang Kemudian Menggemparkan
LANGIT7.ID-Jakarta; Kisah inspiratif dan penuh pelajaran ketauladanan hidup benar benar ada pada seorang lelaki muslim bernama Sholah Athiyah. Lelaki asal Mesir ini, pada 2016 menggemparkan rakyat Mesir karena kematiannya mendapat perhatian besar dari masyarakat luas di negaranya. Bahkan pemakamaannya sampai diantar setengah juta pelayat. Luar biasa, mulianya lelaki bernama Sholah Athiyah. Siapa sebenarnya Sholah Athiyah ini?



Dikisahkan dari Asosiasi Universitas Islam Mesir, dari kampung kecil bernama Tafahna Al Asyrof, ada 9 sarjana miskin lulusan Universitas Pertanian, lalu mereka sepakat membuat sebuah peternakan ungags sembari mencari mitra kesepuluh. Namun mereka terbentur modal usaha, maka mereka pun menjual tanah, perhiasan istri hingga meminjam. Meskipun tidak banyak namun mencukupi untuk modal usaha. Setelah ada modal usaha mereka masih bertanya-tanya, “siapakah mitra kesepuluh kita?” Salah satu dari mereka yaitu Ir.Sholah berkata bahwa dia telah menemukan mitra kesepuluh. Kawannya pun bertanya “siapa dia?”, Ir. Sholah menjawab “Allah mitra kita yang kesepuluh, Allah akan mendapatkan keuntungan 10% dari keuntungan kita,dengan perjanjian bahwa Allah yang akan memberikan perlindungan dan pemeliharaan dan keamanan dari wabah penyakit”.

Mereka pun sepakat, kontrak kerja akhirnya ditulis secara rinci dan dicatatkan ke notaris. Tak disangka setelah satu musim bisnis mereka langsung meroket jauh dari yang dibayangkan sebelumnya, lalu mereka pun kembali bersepakat menambah jatah keuntungan untuk mitra kesepuluh menjadi 20% di musim kedua dan begitu seterusnya hingga mencapai 50%.

Keuntungan mitra kesepuluh itu dialokasikan dimulai dengan membangun sekolah dasar Islam putra, lalu lanjut putri. Kemudian lanjut sekolah Menengah putra dan putri, ditambah Madrasah Aliyah putra dan putri. Karena keuntungan terus membanjir akhirnya dibentuklah Baitul Maal. Mereka lalu mengajukan ke pemerintah untuk membangun Universitas di kampung. Awalnya ditolak dengan alasan tidak ada akses bagi para mahasiswa. Tak berapa lama mereka kembali mengajukan pembangunan Universitas lengkap dengan kereta beserta jalurnya dengan biaya mandiri, akhirnya oleh pihak pemerintah disetujui. Dan pertama dalam sejarah Mesir berdirilah sebuah Universitas di perkampungan kecil.

Semakin berkembang, dibangunlah Universitas kedua, ketiga, keempat hingga asrama putri dengan kapasitas 600 kamar, asrama putra 1000 kamar, bahkan tiket kereta digratiskan demi memudahkan transportasi ke kampung tersebut. Tak cukup hanya itu, dibangun juga Baitul Maal berikutnya hingga hilang kemiskinan di daerah tersebut. Dan program ini di duplikasi ke kampung-kampung lain, hingga bisa dikatakan tak ada kampung yang disinggahi Ir.Sholah kecuali dibangun Baitul Maal untuk warga.

Bantuan pun diberikan untuk fakir miskin dan para janda. Pemuda pengangguran dilatih untuk mengelola perkebunan sayur hingga mandiri, bahkan sampai bisa mengekspor sampai ke Negara tetangga. Pada saat panen raya penduduk dikirimi paket sayur. Di hari pertama ramadhan diadakan buka puasa bersama untuk seluruh penduduk desa, mereka memasak dan hadir di lapangan yang di penuhi beraneka macam makanan, disiapkan juga perabotan untuk gadis-gadis yatim yang akan menikah, itu semua merupakan sedikit dari banyaknya kebaikan yang dilakukan oleh Ir.Sholah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sholah athiyah mesir
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya