Para Alumni Al Azhar Mesir Tak Terima Tuduhan Kehidupan Bebas Mahasiswa Indonesia
Tim langit 7
Senin, 24 Juni 2024 - 12:52 WIB
Para Alumni Al Azhar Mesir Tak Terima Tuduhan Kehidupan Bebas Mahasiswa Indonesia
LANGIT7.ID-Jakarta; Tuduhan miring terhadap pendidikan Al Azhar Mesir terus menimbulkan reaksi keras dari alumni alumni Azhar.
Para alumni Mesir tidak bisa menerima konten podcast yang dihadirkan oleh salah satu media online di Jakarta pada 18 Juni 2024 yang mengangkat topik "Waspada! Bahaya Laten Kehidupan Bebas Mahasiswa Indonesia di Al Azhar Kairo dengan nara sumber Muhammad Nuruddin, mahasiswa S3 Universitas Al Azhar Mesir.
Menanggapi konten yang dinilai negatif tersebut Prof. Dr. Zainal Arifin, LC, MA, Guru Besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara dan Ketum Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia, Sumatera Utara merasa tidak sepakat apa yang dituduhkan Nuruddin yang kini sedang mengambil studi S3 di Al Azhar Mesir.
Dalam rilis yang disampaikan Dr Zainal di Sumatera Utara, alumni al-Azhar yang tidak tamat pun dengan bangga dapat mempersembahkan dirinya sebagai orang Medan yang bermanfaat di dunia travel haji dan umrah. Apalagi yang tamat menyelesaikan studi di Al Azhar, di antara mereka ada yang menjadi Rektor di UIN Sumatera Utara, menjadi ketua Umum MUI Sumatera Utara. Di samping itu, sebagian besar mereka mengabdi di dunia pendidikan, terutama pesantren.
Dr. Zainal menilai apa yang ada dalam konten podcast yang dikemukakan Nuruddin, bisa memperkeruh suasana mahasiswa Al Azhar yang sedang studi maupun para alumninya.
Apa pun, Al-Azhar tetap memberi yang terbaik untuk alumni dan umat. Mendapatkan ilmu di Al Azhar tidak saja di kelas, bisa juga di luar kelas. Di Mesir, semua adalah pendidikan dan pembelajaran.
Komentar lainnya hadir dari alumni Al Azhar, Prof. Dr. H. Yusuf Baihaqi, Lc, M.A., Guru Besar Ilmu Tafsir di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Prof Yusuf menerangkan pada aspek pengabdian kepada masyarakat, Universitas Al Azhar Mesir sangat terbuka untuk semua mahasiswa dari belahan dunia manapun. Sistem penerimaan mahasiswa yang inklusif, disamping bebas uang kuliah, melahirkan animo tinggi umat muslim sedunia untuk menimba ilmu di universitas Al Azhar.
Para alumni Mesir tidak bisa menerima konten podcast yang dihadirkan oleh salah satu media online di Jakarta pada 18 Juni 2024 yang mengangkat topik "Waspada! Bahaya Laten Kehidupan Bebas Mahasiswa Indonesia di Al Azhar Kairo dengan nara sumber Muhammad Nuruddin, mahasiswa S3 Universitas Al Azhar Mesir.
Menanggapi konten yang dinilai negatif tersebut Prof. Dr. Zainal Arifin, LC, MA, Guru Besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatera Utara dan Ketum Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia, Sumatera Utara merasa tidak sepakat apa yang dituduhkan Nuruddin yang kini sedang mengambil studi S3 di Al Azhar Mesir.
Dalam rilis yang disampaikan Dr Zainal di Sumatera Utara, alumni al-Azhar yang tidak tamat pun dengan bangga dapat mempersembahkan dirinya sebagai orang Medan yang bermanfaat di dunia travel haji dan umrah. Apalagi yang tamat menyelesaikan studi di Al Azhar, di antara mereka ada yang menjadi Rektor di UIN Sumatera Utara, menjadi ketua Umum MUI Sumatera Utara. Di samping itu, sebagian besar mereka mengabdi di dunia pendidikan, terutama pesantren.
Dr. Zainal menilai apa yang ada dalam konten podcast yang dikemukakan Nuruddin, bisa memperkeruh suasana mahasiswa Al Azhar yang sedang studi maupun para alumninya.
Apa pun, Al-Azhar tetap memberi yang terbaik untuk alumni dan umat. Mendapatkan ilmu di Al Azhar tidak saja di kelas, bisa juga di luar kelas. Di Mesir, semua adalah pendidikan dan pembelajaran.
Komentar lainnya hadir dari alumni Al Azhar, Prof. Dr. H. Yusuf Baihaqi, Lc, M.A., Guru Besar Ilmu Tafsir di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Prof Yusuf menerangkan pada aspek pengabdian kepada masyarakat, Universitas Al Azhar Mesir sangat terbuka untuk semua mahasiswa dari belahan dunia manapun. Sistem penerimaan mahasiswa yang inklusif, disamping bebas uang kuliah, melahirkan animo tinggi umat muslim sedunia untuk menimba ilmu di universitas Al Azhar.