Bahas Industri Halal dan Prodi Halal, Kemenag Undang 28 Perguruan Tinggi
Tim langit 7
Ahad, 07 Juli 2024 - 20:56 WIB
Bahas Industri Halal dan Prodi Halal, Kemenag Undang 28 Perguruan Tinggi
LANGIT7.ID-Jakarta; Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama mengajak perguruan tinggi untuk mengembangkan riset dan inovasi di bidang industri halal, hingga pengembangan program studi (prodi) halal. Upaya itu dilaksanakan melalui rapat koordinasi yang digelar di Jakarta dengan mengundang 28 perguruan tinggi.
Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham mengatakan rakor dimaksudkan untuk menjaring gagasan dan bertukar informasi dalam rangka menggali potensi pengembangan sekaligus publikasi riset dan inovasi serta program studi halal yang selama ini belum tergarap optimal.
"Kami menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pimpinan dan perwakilan perguruan tinggi atau halal center yang hadir pada Rapat Koordinasi BPJPH dengan Perguruan Tinggi ini. Sangat penting bagi kita untuk bertukar gagasan dalam memajukan pengembangan dan publikasi riset dan inovasi di bidang halal serta program studi halal." kata Kepala BPJPH Kemenag, M Aqil Irham, di Jakarta, Jumat (5/7/2024).
"Optimalnya publikasi riset dan inovasi di bidang halal sangatlah diperlukan untuk mendukung peningkatan literasi dan edukasi halal. Sedangkan program studi halal tentu saja berimplikasi pada penguatan kajian dan khasanah keilmuan serta penyiapan SDM untuk mendukung ekosistem industri halal dari hulu ke hilir." lanjutnya.
Lebih lanjut, Aqil juga mengisahkan bahwa pihaknya telah melakukan upaya untuk mendorong optimalisasi publikasi riset halal sejak dua tahun yang lalu. Saat itu, BPJPH menyediakan laman khusus di halal.go.id untuk menghimpun dan mengekspose hasil penelitian atau riset di bidang halal.
"Sayangnya sampai hari ini baru 13 yang masuk dari total 63 halal center yang tersebar. Saya harapkan untuk selanjutnya berbagai kajian ilmiah dan penelitian akan membanjiri publikasi kita,” sambungnya.
"Bahkan kami harapkan ke depannya para akademisi mengadakan event berkelas internasional di Indonesia untuk mengekspose hasil-hasil penelitian di bidang halal, mengundang para peneliti dari luar negeri yang juga concern soal halal. Seperti halnya yang kami lakukan pada acara Halal 20 beberapa waktu silam." imbuh Aqil.
Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham mengatakan rakor dimaksudkan untuk menjaring gagasan dan bertukar informasi dalam rangka menggali potensi pengembangan sekaligus publikasi riset dan inovasi serta program studi halal yang selama ini belum tergarap optimal.
"Kami menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pimpinan dan perwakilan perguruan tinggi atau halal center yang hadir pada Rapat Koordinasi BPJPH dengan Perguruan Tinggi ini. Sangat penting bagi kita untuk bertukar gagasan dalam memajukan pengembangan dan publikasi riset dan inovasi di bidang halal serta program studi halal." kata Kepala BPJPH Kemenag, M Aqil Irham, di Jakarta, Jumat (5/7/2024).
"Optimalnya publikasi riset dan inovasi di bidang halal sangatlah diperlukan untuk mendukung peningkatan literasi dan edukasi halal. Sedangkan program studi halal tentu saja berimplikasi pada penguatan kajian dan khasanah keilmuan serta penyiapan SDM untuk mendukung ekosistem industri halal dari hulu ke hilir." lanjutnya.
Lebih lanjut, Aqil juga mengisahkan bahwa pihaknya telah melakukan upaya untuk mendorong optimalisasi publikasi riset halal sejak dua tahun yang lalu. Saat itu, BPJPH menyediakan laman khusus di halal.go.id untuk menghimpun dan mengekspose hasil penelitian atau riset di bidang halal.
"Sayangnya sampai hari ini baru 13 yang masuk dari total 63 halal center yang tersebar. Saya harapkan untuk selanjutnya berbagai kajian ilmiah dan penelitian akan membanjiri publikasi kita,” sambungnya.
"Bahkan kami harapkan ke depannya para akademisi mengadakan event berkelas internasional di Indonesia untuk mengekspose hasil-hasil penelitian di bidang halal, mengundang para peneliti dari luar negeri yang juga concern soal halal. Seperti halnya yang kami lakukan pada acara Halal 20 beberapa waktu silam." imbuh Aqil.