LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Ketua MPR Ahmad Mujani hadiri acara
Zikir dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan di
Monas, Jakarta pada Sabtu (1/8). Ia mendoakan agar bangsa Indonesia terhindar dari perpecahan, malapetaka, dan bahaya.
Ahmad Mujani berharap agar zikir dan doa yang dipanjatkan oleh semua yang hadir dalam gelaran akbar tersebut, dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
"Kita baru saja menyampaikan zikir dan doa, mudah-mudahan semua zikir, doa dan salawat kita diterima oleh Allah SWT, dengan doa dan zikir ini, mudah-mudahan Indonesia tetap dalam keadaan utuh, mudah-mudahan kita tetap dipersatukan oleh Allah SWT," ujarnya, mengutip laman resmi Kemenag, Sabtu (2/8/2026).
Ia berharap bangsa Indonesia dihindarkan dari perpecahan, malapetaka dan bahaya. "Mudah-mudahan pemimpin kita dijaga oleh Allah SWT, kesehatannya, umurnya dan mudah-mudahan kita semua sebagai rakyat dan bangsa Indonesia dijaga keberkahannya dan ridhonya," tambahnya.
Baca juga: 100 Ribu Jamaah Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan MonasGelaran
Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Indonesia. Dihelat di pelataran Monumen Nasional dan dihadiri tidak kurang dari 100.000 orang dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.
Acara ini terbuka untuk umum. Pelataran Monas tampak dipenuhi dengan jemaah dengan latar belakang agama yang berbeda. Mereka berbaur untuk memanjatkan doa bagi Indonesia.
Sejumlah rangkaian acara digelar, mulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian pembacaan kalam Ilahi oleh juara 1 MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) International Al-Ameed ke-3 Karbala di Irak Tahun 2026, Muhammad Zian Fahrezi.
Sementara itu,
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa gelaran ini merupakan wujud nyata kerukunan di Indonesia. "Malam ini ribuan umat dan para tokoh dari berbagai agama berkumpul dalam satu majelis, memanjatkan doa terbaik bagi negeri ini. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia," tutur Menag.
Kebhinekaan terasa semakin nyata ketika paduan suara Ditjen Bimas Kristen dan Ditjen Bimas Katolik tampil menyanyikan lagu bertema kerukunan, dilanjutkan dengan doa lintas agama yang dipanjatkan 6 pemuka agama dan Salawat Kebangsaan sebagai puncak acara.
Baca juga: Menag: Indeks Kerukunan Umat Beragama Capai Rekor TertinggiSejumlah pejabat pemerintah turut hadir melantunkan zikir, doa dan salawat kebangsaan yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Selain Ketua MPR, tampak hadir Menteri ATR/ BPN Nusron Wahid, Wamensesneg Juri Ardiantoro, Wamendiktisaintek Stella Christie, Wamenag Romo Muhammad Syafi'i, serta jajaran pejabat Kemenag, para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat.
(lsi)