Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 26 Agustus 2026
home global news detail berita

Ketua MPR RI di ITS: Teknologi Kini Jadi Penentu Kekuatan Negara, Bukan Sekadar Soal Inovasi

nabil Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:18 WIB
Ketua MPR RI di ITS: Teknologi Kini Jadi Penentu Kekuatan Negara, Bukan Sekadar Soal Inovasi
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyerahkan cendera mata kepada Rektor ITS. (Dok: Langit7.id)
LANGIT7.ID-Surabaya; Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai perkembangan teknologi kini tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan yang berdiri sendiri. Menurutnya, kemajuan teknologi memiliki kaitan langsung dengan kekuatan bangsa, pertahanan negara, hingga nasionalisme.

Hal itu disampaikan Ahmad Muzani saat bersilaturahmi dengan civitas akademika dan Dewan Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), rabu(26/8/2026). Ia menilai perhatian ITS terhadap hubungan teknologi dan persoalan kebangsaan menjadi sesuatu yang penting.

Menurut Ahmad Muzani, teknologi justru dapat menjadi salah satu penopang utama kekuatan nasional. Ia mencontohkan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang menurutnya telah menimbulkan persoalan baru, termasuk dampaknya terhadap dunia kerja.

"Teknologi bukan persoalan yang berdiri sendiri dari persoalan kebangsaan. Justru persoalan teknologi itu menguatkan kebangsaan," kata dia di Kampus ITS, Sukolilo, Surabaya, Rabu (26/8/2026).

AI dan Pelajaran bagi Negara

Ahmad Muzani kemudian menyinggung perdebatan mengenai AI di Amerika Serikat. Ia menyebut adanya kekhawatiran bahwa negara yang menjadi pengembang teknologi tersebut justru menghadapi dampak negatif dari perkembangannya.

Salah satu dampak yang disorot adalah pemutusan hubungan kerja akibat AI. Dia menyampaikan gambaran bahwa manfaat dari perkembangan teknologi tersebut justru dapat lebih banyak dirasakan negara lain.

Bagi Ahmad Muzani, situasi itu menunjukkan bahwa penguasaan teknologi harus ditempatkan sebagai bagian dari kepentingan nasional. Negara tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi perlu memastikan perkembangan teknologi dapat memberikan kontribusi bagi kepentingan bangsa.

Pandangan tersebut juga ia kaitkan dengan sektor pertahanan. Menurut dia, kekuatan pertahanan tidak hanya ditentukan oleh jumlah personel maupun persenjataan, tetapi semakin bergantung pada penguasaan teknologi.

Ia mencontohkan perkembangan peperangan modern yang membuat jumlah tentara dalam jumlah besar tidak lagi menjadi satu-satunya faktor penentu. Teknologi tinggi, menurut dia, semakin memiliki peran penting.

"Perang zaman sekarang seperti Iran dan Israel, Iran dan Amerika, jumlah tentara yang banyak hampir tidak lagi relevan. Teknologi yang tinggi yang justru menentukan," ujarnya.

Ketua MPR RI di ITS: Teknologi Kini Jadi Penentu Kekuatan Negara, Bukan Sekadar Soal Inovasi

Riset Kampus Harus Memperkuat Negara

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Muzani juga mendorong perguruan tinggi untuk terus mengembangkan riset yang memiliki dampak langsung terhadap kebutuhan bangsa.

Ia menyoroti sejumlah contoh riset yang berkaitan dengan pangan dan peternakan. Salah satunya mengenai pengembangan jagung yang dapat meningkatkan hasil produksi dalam satu hektare.

Menurut dia, riset semacam itu dapat memberikan dampak besar karena peningkatan produktivitas dapat membuat penggunaan lahan menjadi lebih efektif.

Ia juga menyinggung kemungkinan riset untuk meningkatkan pertambahan bobot hidup sapi melalui pengembangan pakan ternak. Menurutnya, hasil penelitian semacam itu dapat membantu mempercepat upaya swasembada daging.

Ahmad Muzani menilai hasil penelitian perguruan tinggi, apa pun bidangnya selama memberikan manfaat bagi kepentingan nasional, pada akhirnya dapat menjadi bagian dari penguatan negara.

Teknologi Perlu Didukung Kebijakan Negara

Ahmad Muzani juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi membutuhkan dukungan dari sistem ketatanegaraan agar hasilnya dapat benar-benar diarahkan untuk kepentingan bangsa.

Menurutnya, hubungan antara perkembangan teknologi dan tata negara menjadi salah satu hal yang perlu terus dipikirkan. Ia menilai persoalan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga perguruan tinggi dan berbagai elemen masyarakat.

Karena itu, kedatangannya ke ITS tidak hanya dimaksudkan sebagai kunjungan, tetapi juga untuk mendengar pandangan civitas akademika mengenai persoalan tersebut.

Dia menilai kontribusi perguruan tinggi teknologi seperti ITS dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat negara dari sisi penguasaan teknologi.

Ia pun menekankan bahwa kekuatan negara tidak dapat dibangun hanya dari satu sektor. Persenjataan modern, aparat yang tangguh, maupun sumber daya manusia unggul, menurutnya, membutuhkan dukungan dari berbagai bidang.

Pada akhirnya, Ahmad Muzani melihat penguasaan teknologi sebagai salah satu fondasi penting untuk memperkuat ketahanan dan kepentingan nasional.

"Bernegara itu adalah semua lapisan harus merasa bertanggung jawab untuk menguatkan negara," tutur dia.(*)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 26 Agustus 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:58
Ashar
15:17
Maghrib
17:57
Isya
19:06
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan