LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Presiden Prabowo Subianto mengatakan target
swasembada pangan yang sebelumnya diproyeksikan tercapai dalam kurun waktu empat tahun, ternyata berhasil diwujudkan dalam waktu 1 tahun.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan yang berlangsung di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
"21 bulan sejak pembacaan sumpah (Presiden, saya kembali ke majelis ini untuk menyampaikan apa yang telah kita kerjakan, apa yang dimulai, kita lihat hasilnya dan apa yang harus diselesaikan. Saya tidak bisa mengatakan seluruh persoalan bangsa bisa selesai, atau saya bisa memenuhi semua janji," ujarnya.
Prabowo menambahkan, dalam dua tahun kita buktikan dengan berani ambil keputusan, kerja keras didasari hati yang tulus, kehendak yang jelas, orientasi kepada rakyat serta semangat gotong royong dari seluruh unsur bangsa.
"Masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit atau terlalu rumit dapat kita mulai selesaikan.
Saya tidak mengatakan selesai, saya mengatakan kita mulai selesaikan. Dalam 21 bulan tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah menjalani 121 kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah negara," beber dia.
Baca juga: Ketua MPR: MBG, Kopdes, Sekolah Rakyat, dan Ekspor Satu Pintu Satu Kesatuan untuk Indonesia MajuDengan demikian Prabowo mengatakan, artinya di masa pemerintahannya masalah transformati selesai setiap 5 hari.
"Demikian pembantu-pembantu saya bekerja sangat keras, ada yang masuk ruamh sakit, pingsan, operasi, bayak yang kecapekan," tutur Prabowo.
Oleh karena itu Prabowo berjanji nantinya akan ada banyak waktu istirahat untuk para pembantu presiden.
Sebab menurutnya selama ini Ia dan para pembantunya di kabinet berkerja sangat keras. "Karena kebijakan dan kerja keras kita,
swasembada pangan yang kita targetkan dalam 4 tahun ternyata berhasil dalam waktu 1 tahun," tegasnya.
Pencapaian ini menjadi hal yang membanggakan menurut Presiden, mengingat ini terjadi di tengah dunia sekarang yang sangat khawatir terhadap kelaparan massal akiat kesulitan pangan dan cuaca yang tidak menentu.
"Kita alhamdulillah dapat saya laporkan di majelis ini, soal pangan untuk rakyat Idonesia kita dalam keadaan aman dan kita mampu hadapi tantangan yang katanya tahun ini Elnino paling dahsyat. Kita telah mencapai itu dengan keberanian menghadapi masalah," ujar Prabowo.
Baca juga: Ketua MPR Serukan Budaya Politik Beradab di Tengah Demokrasi DigitalSelain itu, Presiden juga menyinggung soal ketersediaan dan harga pupuk. Selama masa pemerintahannya, Presiden telah menghilangkan 145 aturan penyaluran pupuk. Hal ini berdampak pada harga pupuk, dimana untuk pertama kali dalam sejarah, harga pupuk turun 20% .
Namun begitu, volume ketersediaan pupuk bertambah. "Karena itu, produksi meningkat dan karena itu kita lebih cepat swasembada pangan. Pada saat bersamaan keuntungan PT Pupuk Negara naik 252,8%," pungkasnya.
(lsi)