LANGIT7.ID, Jakarta,- - Ketua MPR RI
Ahmad Muzani menerima audiensi pimpinan
Majelis Arah Indonesia (MAI) di Jakarta, Selasa (18/8/2026). Pertemuan tersebut membahas pentingnya peran
ulama dan
cendekiawan dalam mendukung pembangunan bangsa.
MAI merupakan forum moral dan intelektual independen yang menjadi wadah kolaborasi antara ulama, cendekiawan, dan intelektual untuk menyampaikan gagasan strategis serta solusi bagi berbagai persoalan
pembangunan nasional.Dalam kesempatan tersebut Muzani bertemu dengan Dewan Presidium MAI di antaranya pendakwah Das'ad Latif, Fahmi Salim, Habiburrahman El Shirazy, Iwel Sastra, Nonop Hanafi, Ustaz Slamet Maarif, Thoha Yusuf Zakaria, serta Irfan Syauqi Beik.
Baca juga: Ketua MPR Ahmad Muzani: Indonesia adalah Rumah Bersama, MPR Ziarah ke Makam Bung Karno Jelang HUT Ke-81 RI
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Gerindra itu mengatakan peran alim ulama dan cendekiawan sangat penting untuk mempertemukan visi pemerintah dengan kepakaran akademisi serta nilai-nilai keagamaan.
“Peran alim ulama dan cendikia sangatlah penting dalam upaya mempertemukan visi pemerintah dengan kepakaran akademisi, serta nilai-nilai keagamaan yang dibawakan para ulama dan dai,” tulis Muzani.
Menurut dia, sinergi antara pemerintah, akademisi, ulama, dan dai menjadi bagian penting dalam memastikan kemajuan pembangunan tetap berlandaskan nilai etika dan keilmuan. Muzani menilai kemajuan teknokratis perlu berjalan beriringan dengan moralitas, ilmu pengetahuan, dan keharmonisan sosial.
Baca juga: Ahmad Muzani Bertemu Ketua Majelis Iran, Indonesia Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Perdamaian“Sinergi kompleks inilah yang menjadi kemudi utama agar kemajuan teknokratis tetap berakar pada etika, keilmuan, dan keharmonisan sosial,” katanya.
Dia menambahkan, pembangunan akan menghasilkan kemajuan yang lebih besar ketika ilmu, moralitas, dan tata kelola pemerintahan dapat saling menopang.
Muzani juga menyebut audiensi bersama MAI berlangsung produktif. Dia berharap diskusi tersebut dapat menghasilkan gagasan yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa.
“Diskusi produktif dalam audiensi bersama Majelis Arah Indonesia hari ini siap membawa dampak nyata bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya.
(est)