Susuri Sejarah Kebaya di 3 Negara, Komunitas Kebaya Menari Tukar Informasi Sejarah
Tim langit 7
Kamis, 11 Juli 2024 - 11:00 WIB
Komunitas Kebaya Menari baru saja menggelar Kelana Kebaya - Susur Serumpun yang merupakan misi budaya meniti tapak kebaya di negara-negara serumpun pengusung Kebaya Goes to Unesco.Foto/ist
Komunitas Kebaya Menari baru saja menggelar Kelana Kebaya - Susur Serumpun yang merupakan misi budaya meniti tapak kebaya di negara-negara serumpun pengusung Kebaya Goes to Unesco.
Perhelatan yang berisi tukar informasi sejarah perjalanan hingga pelestarian kebaya di Thailand, Singapura & Malaysia berlangsung selama sepuluh hari, sejak akhir Juni 2024. Kota-kota yang disinggahi adalah Bangkok, Phuket, Singapura, Kuala Lumpur dan Melaka.
Kendati bukan ibukota, Phuket dan Melaka juga menjadi destinasi Kebaya Kelana – Susur Serumpun. Kota-kota tersebut memegang peranan penting sebagai kota asal usul kebaya. Keduanya merupakan kota pelabuhan yang menjadi titik persinggahan kaum pedagang. Di sinilah kebaya, bordiran, dan batik meninggalkan jejaknya.
Upaya menelusuri jejak sejarah kebaya di tiga negara tersebut dilakukan dengan menjumpai para narasumber yang berkompeten di masing-masing negara.
Menurut Ruedee Pumphathorn, pakar sejarah budaya kebaya dari Phuket, kebaya di Thailand, terutama di Phuket bagian selatan banyak dipengaruhi budaya Cina. Phuket merupakan jalur perdagangan antara Thailand dan Cina, yang juga mendapat pengaruh dari kerajaan Sriwijaya.
“Kebaya Thailand mirip dengan kebaya kerancang atau kebaya encim dari Betawi yang juga mendapat pengaruh dari Cina” ujarnya.
Upaya pelestarian kebaya di Phuket dilakukan dengan mengajak generasi muda untuk terlibat dalam mendesain motif-motif kain.
Perhelatan yang berisi tukar informasi sejarah perjalanan hingga pelestarian kebaya di Thailand, Singapura & Malaysia berlangsung selama sepuluh hari, sejak akhir Juni 2024. Kota-kota yang disinggahi adalah Bangkok, Phuket, Singapura, Kuala Lumpur dan Melaka.
Kendati bukan ibukota, Phuket dan Melaka juga menjadi destinasi Kebaya Kelana – Susur Serumpun. Kota-kota tersebut memegang peranan penting sebagai kota asal usul kebaya. Keduanya merupakan kota pelabuhan yang menjadi titik persinggahan kaum pedagang. Di sinilah kebaya, bordiran, dan batik meninggalkan jejaknya.
Upaya menelusuri jejak sejarah kebaya di tiga negara tersebut dilakukan dengan menjumpai para narasumber yang berkompeten di masing-masing negara.
Menurut Ruedee Pumphathorn, pakar sejarah budaya kebaya dari Phuket, kebaya di Thailand, terutama di Phuket bagian selatan banyak dipengaruhi budaya Cina. Phuket merupakan jalur perdagangan antara Thailand dan Cina, yang juga mendapat pengaruh dari kerajaan Sriwijaya.
“Kebaya Thailand mirip dengan kebaya kerancang atau kebaya encim dari Betawi yang juga mendapat pengaruh dari Cina” ujarnya.
Upaya pelestarian kebaya di Phuket dilakukan dengan mengajak generasi muda untuk terlibat dalam mendesain motif-motif kain.