Aktivis Muhammadiyah Selalu Turun saat Bencana karena Takut Hisab
Fajar adhitya
Rabu, 08 September 2021 - 16:50 WIB
Aktivis Muhammadiyah selalu turun saat bencana karena takut hisab. (Foto: Muhammadiyah).
Aktivis Muhammadiyah selalu turun saat bencana karena takut hisab. Tim relawan ini memandang, turunnya mereka di lapangan sebagai upaya menolong diri sendiri.
Sekretaris Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah, Arif Nur Kholis menilai, aktivis Muhammadiyah selalu turun saat bencana karena takut dianggap sebagai mendustakan agama.
"Fokusnya yang butuh itu bukan yang ditolong," kata Arif dilansir Muhammadiyah Online.
Penghayatan terhadap ketakutan mendustakan agama sesuai pengajaran Kyai Ahmad Dahlan, menurut Arif, membuat Muhammadiyah peduli terhadap aksi-aksi sosial.
Bagkan, jauh sebelum Indonesia merdeka, termasuk aksi kebencanaan PKO Muhammadiyah menolong erupsi Gunung Kelud pada tahun 1919.
PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem) pada masa awal berdirinya telah banyak membantu korban berbagai bencana sosial, termasuk kebakaran yang sering terjadi di wilayah Karesidenan Yogyakarta.
Aksi sosial yang dilakukan oleh Muhammadiyah juga menyasar pada semua golongan tanpa membedakan latar belakang agama dan suku bangsa.
Sekretaris Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah, Arif Nur Kholis menilai, aktivis Muhammadiyah selalu turun saat bencana karena takut dianggap sebagai mendustakan agama.
"Fokusnya yang butuh itu bukan yang ditolong," kata Arif dilansir Muhammadiyah Online.
Penghayatan terhadap ketakutan mendustakan agama sesuai pengajaran Kyai Ahmad Dahlan, menurut Arif, membuat Muhammadiyah peduli terhadap aksi-aksi sosial.
Bagkan, jauh sebelum Indonesia merdeka, termasuk aksi kebencanaan PKO Muhammadiyah menolong erupsi Gunung Kelud pada tahun 1919.
PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem) pada masa awal berdirinya telah banyak membantu korban berbagai bencana sosial, termasuk kebakaran yang sering terjadi di wilayah Karesidenan Yogyakarta.
Aksi sosial yang dilakukan oleh Muhammadiyah juga menyasar pada semua golongan tanpa membedakan latar belakang agama dan suku bangsa.