home masjid

Masjid Al Akbar Surabaya Jadi Pusat Kajian Tafsir Syeikh Abdul Qadir Al Jailani

Sabtu, 20 Juli 2024 - 16:00 WIB
Cicit ke-23 Syeikh Abd Qadir Jailani, yakni Assayid Prof DR Muhammad Fadhil Al-Jailani (kanan) saat mengisi kajian di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya
Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) ditetapkan menjadi pusat kajian Tafsir Al-Jailani karya ulama sufi dan ahli fiqih Syeikh Abd Qadir Jailani. Kajian akan dilakukan selama kurun 2024-2025.

Penetapan MAS sebagai pusat kajian tafsir itu dimulai dengan kajian pertama yang dihadiri langsung cicit ke-23 Syeikh Abd Qadir Jailani, yakni Assayid Prof DR Muhammad Fadhil Al-Jailani, di MAS, Jumat (19/7/2024).

Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri acara itu menjelaskan MAS menjadi satu-satunya masjid di Indonesia yang menjadi pusat kajian itu setelah dirinya ke Turki pada 2022.

“Pada Februari 2022, saya mendapat hadiah tafsir Al Jailani saat berkunjung ke Turki. Tafsir itu merupakan manuskrip yang menarik setelah 800 tahun hilang dan akhirnya ditemukan cucu ke-25 Syeikh Abdul Qadir Jailani,” katanya.

Baca juga:Seleksi Imam Masjid untuk UEA 2024, Berikut 29 Nama yang Lolos

Di hadapan ribuan jamaah MAS serta jutaan jamaah daring itu, Khofifah yang mantan Gubernur Jatim (2019-2024) itu mengatakan Tafsir Al-Jailani yang mengulas ayat demi ayat Al-Quran dan tersimpan di Perpustakaan Vatikan itu sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

“Dalam pertemuan yang didampingi DR KHA Fahrur Rozy (Ketua PBNU) itu, saya minta Syeikh Fadhil untuk memberi pembelajaran langsung kepada masyarakat Indonesia hingga kajian ini terlaksana dengan koordinator kajian Prof DR KH Ridlwan Nasir (imam besar MAS),” katanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya