LANGIT7.ID-Amal yang terlihat baik di mata manusia belum tentu bernilai di sisi Allah. Karena Allah tidak hanya melihat apa yang dilakukan, tetapi juga apa yang tersembunyi di dalam hati.
Riya’ sering datang diam-diam. Awalnya beramal karena Allah, lalu hati mulai senang dipuji, ingin dilihat, atau berharap pengakuan manusia.
Masalahnya, riya’ tidak selalu terlihat jelas. Ia bisa masuk dalam ibadah, sedekah, dakwah, bahkan kebaikan yang tampak sederhana.
Karena itu, hati perlu terus dijaga.
Orang yang takut riya’ biasanya lebih berhati-hati dalam amalnya. Ia tidak sibuk mencari penilaian manusia, tetapi berusaha menjaga niat agar tetap lurus di hadapan Allah.
Rasulullah ﷺ menyebut riya’ sebagai syirik kecil. Bukan karena amalnya buruk, tetapi karena hati mulai menggantungkan diri pada pujian manusia.
Padahal manusia mudah berubah. Hari ini memuji, besok bisa mencela.
Jangan biarkan hati terlalu haus pengakuan.
Beramallah dengan tenang. Tidak semua kebaikan harus diketahui banyak orang. Karena amal yang paling kuat sering kali adalah amal yang tetap dijaga meski tidak dilihat siapa pun.
Dan hati yang ikhlas akan lebih tenang, karena yang dicarinya hanyalah ridha Allah.(*/saf/ Komunitas QM)
(lam)