LANGIT7.ID-Saat hidup berjalan baik, mudah untuk berkata bahwa Allah itu baik. Namun ketika ujian datang, harapan tertunda, dan doa belum terkabul, di situlah husnuzhan benar-benar diuji.
Banyak hati mulai lemah bukan karena beratnya masalah, tetapi karena mulai berprasangka buruk kepada Allah. Merasa tidak diperhatikan, merasa ditinggalkan, bahkan mempertanyakan takdir-Nya.
Padahal, Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya.
Apa yang terasa berat hari ini belum tentu buruk. Dan apa yang belum diberikan belum tentu karena Allah tidak sayang.
Kadang Allah menguji untuk menguatkan. Kadang Allah menunda untuk mempersiapkan. Dan kadang Allah menutup satu jalan agar kita tidak terluka lebih jauh.
Husnuzhan adalah memilih tetap percaya kepada kebaikan Allah, bahkan saat kita belum memahami jalan-Nya.
Ini bukan tentang memaksa diri terlihat kuat, tetapi menjaga hati agar tidak jauh dari keyakinan kepada-Nya.
Semakin seseorang berbaik sangka kepada Allah, semakin tenang hatinya menghadapi kehidupan. Karena ia yakin, di balik setiap ketetapan, selalu ada kasih sayang Allah yang sedang bekerja.
Maka jagalah husnuzhan itu.
Karena hati yang percaya kepada Allah akan selalu memiliki alasan untuk tetap kuat.(*/saf/Komunitas QM)
(lam)