LANGIT7.ID-Hati bisa lelah, bukan hanya karena masalah, tetapi karena jarang diingatkan kepada Allah. Aktivitas padat, pikiran penuh, tetapi hati terasa kosong dan mudah gelisah.
Di sinilah dzikir mengambil peran. Ia bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi pengingat yang menghidupkan hati.
Allah berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Dzikir yang rutin, meski sederhana, mampu menjaga hati tetap terhubung. Tasbih, tahmid, takbir, dan istighfar—ringan diucapkan, tetapi besar dampaknya.
Masalahnya bukan karena kita tidak mampu berdzikir, tetapi karena kita sering lupa meluangkan waktu.
Mulailah dari yang ringan. Biasakan dzikir di sela aktivitas, setelah shalat, atau saat perjalanan. Tidak perlu panjang, yang penting konsisten.
Saat hati terbiasa berdzikir, ia menjadi lebih tenang, lebih kuat, dan tidak mudah goyah oleh keadaan.
Karena hati yang hidup adalah hati yang dekat dengan Allah.
Dan kedekatan itu dimulai dari dzikir yang sederhana, tetapi terus dijaga.(*/saf/ Komunitas QM)
(lam)