LANGIT7.ID-Hati tidak selalu stabil. Ada waktu terasa dekat dengan Allah, ringan beribadah, dan penuh semangat. Namun ada juga fase lemah, malas, bahkan terasa jauh.
Naik turunnya hati adalah hal yang wajar. Yang menjadi masalah bukan perubahan itu, tetapi ketika kita berhenti saat sedang turun.
Istiqamah bukan berarti selalu semangat, tetapi tetap menjalankan ibadah meski hati tidak selalu kuat. Tetap shalat tepat waktu, tetap berdzikir, tetap menjaga kebaikan, walau rasa tidak selalu mendukung.
Di situlah nilai sebenarnya.
Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus dilakukan, meski sedikit.
Artinya, konsistensi lebih utama daripada semangat yang sesaat.
Jangan tunggu hati baik baru beribadah. Justru dengan ibadah, hati akan kembali baik.
Tetaplah berjalan, meski pelan. Tetaplah menjaga, meski sederhana.
Karena istiqamah bukan tentang seberapa tinggi Anda melangkah, tetapi seberapa lama Anda bertahan.
Dan dari istiqamah itulah, kedekatan dengan Allah akan terus terjaga(*/saf/Komunitas QM)
(lam)