LANGIT7.ID-Banyak keluarga terlihat baik di luar, tetapi di dalamnya penuh kegelisahan. Komunikasi ada, aktivitas berjalan, tetapi hati terasa jauh satu sama lain.
Salah satu sebabnya, karena urusan keluarga lebih banyak dibangun di atas dunia, tetapi kurang menghadirkan Allah di dalamnya.
Padahal, rumah yang diingat Allah akan terasa berbeda. Lebih tenang, lebih hangat, dan lebih kuat menghadapi ujian.
Menghadirkan Allah dalam keluarga bukan hanya lewat ceramah besar, tetapi lewat kebiasaan sederhana. Membiasakan doa sebelum beraktivitas, menjaga shalat berjamaah, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan membangun obrolan yang mendekatkan hati kepada-Nya.
Saat Allah hadir dalam rumah, ego menjadi lebih kecil, amarah lebih mudah reda, dan masalah lebih ringan dihadapi bersama.
Keluarga bukan hanya tempat tinggal bersama, tetapi tempat bertumbuh bersama menuju ridha Allah.
Jangan hanya berusaha membuat keluarga terlihat bahagia di hadapan manusia. Usahakan juga agar keluarga menjadi rumah yang dicintai Allah.
Karena keluarga yang dekat dengan Allah tidak berarti tanpa ujian, tetapi memiliki kekuatan untuk tetap bertahan dalam setiap ujian.(*/saf/Komunitas QM)
(lam)