home lifestyle muslim

Inilah 20 Kewajiban Orangtua Terhadap Anak

Senin, 22 Juli 2024 - 10:00 WIB
ilustrasi
Orangtua memiliki kewajiban penting terhadap anak-anak mereka sejak masa kanak-kanak. Berdasarkan Fikih Perlindungan Anak, berikut ini adalah 18 kewajiban orangtua yang perlu diperhatikan untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan ajaran Islam:

1) Khitan. Bila telah sampai saatnya, anak laki-laki dikhitankan sebagaimana sunnah Nabi saw. Memang tidak ada perintah agama untuk mengadakan walimah khitanan, tetapi untuk menggembirakan anak-anak tidak ada salahnya bila diadakan jamuan ala kadarnya. Dasar hukum khitan mengikuti millah Nabi Ibrahim as seperti disebut dalam surah an-Nahl ayat 123, “Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang lurus” [Q.S. an-Nahl (16): 123].

Memperhatikan sisi maslahah, khitan laki-laki sangat dianjurkan (masyru’), sementara untuk khitan perempuan tidak dianjurkan, tetapi boleh dilakukan sepanjang untuk membersihkan organ seksual perempuan serta tidak menyakiti dan merusak fitrah organ seksual perempuan.

2) Pemisahan Tempat Tidur. Setelah anak agak besar, tidur anak laki-Iaki harus dipisahkan dari tidur anak perempuan. Mereka juga dipisahkan dari tempat tidur orangtuanya.

3) Pendidikan Al Quran. Sejak usia dini anak dididik dan dibiasakan mendengarkan, mengucapkan dan menghafalkan ayat-ayat suci al-Quran, kemudian belajar tadabur isi al-Quran secara bertahap serta dibiasakan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tadarus al-Quran sebaiknya dijadikan tradisi dalam keluarga, misalnya setiap ba’da salat subuh dan salat magrib.

4) Pembiasaan Salat. Selambat-lambatnya pada umur tujuh tahun anak dibiasakan untuk menunaikan salat lima waktu dan lebih baik dilakukan secara berjama’ah, baik di rumah, di masjid, di sekolah maupun di tempat-tempat lainnya. Setelah usia anak sepuluh tahun harus dilakukan pendidikan salat secara disiplin dan intensif.

5) Pendidikan Islam Setelah sampai waktunya sebaiknya (seharusnya) anak itu dimasukkan ke sekolah yang menekankan dan mengutamakan kurikulum Pendidikan Agama Islam. Sangat tidak tepat bila anak itu dimasukkan ke sekolah yang bertentangan dengan ajaran Islam. Diusahakan agar anak disalurkan ke bidang yang sesuai dengan bakat dan pembawaannya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya