home sports

Negara Harus Say Thanks To Milklife Soccer Challenge

Jum'at, 26 Juli 2024 - 07:45 WIB
Amel SD 2 Rendeng
LANGIT7.ID-Jakarta; Tournamen Milklife Soccer Challenge yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation, buat orang-orang yang tidak faham cenderung akan menyederhanakan: Ah…sepakbola anak-anak. Apa menariknya? Betul milklife soccer challenge memfokuskan pada tournaman anak-anak usia 10-12 tahun. Mengapa Bakti Olahraga Djarum Foundation mengambil peran di sini, karena di sektor anak-anak, tidak ada atau belum ada yang mengurus. Padahal, mengurus sepakbola tidak hanya sekedar terfokus pada sektor hilirnya saja. Kalau bermimpi memiliki tim sepakbola yang berkualitas, mau tidak mau harus memulai memikirkan dari hulunya. Ini baru disebut proses berfikir yang benar.

Kalau inginnya langsung jadi, tanpa berfikir proses, yang terjadi hanya melahirkan produk instan. Dijamin tidak bisa tahan lama. Bakti Olahraga Djarum Foundation sangat faham tentang proses, sementara yang lain, bukan tidak faham, tetapi cenderung menafikan proses.

Maka, Bakti Olahraga Djarum Foundation, bisa disebut satu-satunya yang memiliki konsep pembibitan atlit-atlit olahraga sangat baik dan berkualitas. Untuk pekerjaan berat ini, Bakti Olahraga Djarum Foundation memilih tidak popular karena ingin memfokuskan pada kualitas. Sementara yang lain memilih popularitas mengesampingkan kualitas.

Bukti itu bisa dilihat sendiri, di mana Bakti Olahraga Djarum Foundation sudah berpengalaman 50 tahun dalam menghandel atlit olahraga bulutangkis. Hasilnya luar biasa. Bakti Olahraga Djarum Foundation bisa melahirkan atlit-atlit bulutangkis yang berprestasi di tingkat internasional. Dan prestasi itu diawali dengan membangun sistem pembibitan sejak dini. Itulah yang kini dikembangkan Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam melahirkan bibit-bibit sepakbola putri yang bertalenta dengan menggelar milklife soccer challenge.

Yang juga tidak terbaca oleh public, apa yang dilakukan Bakti Olahraga Djarum Foundation dengan menggelar milklife soccer challenge memiliki banyak perspektif. Pertama, milklife soccer ini bukan sekadar kompetisi sepakbola putri usia 10-12 tahun. Ada perspektif lain, di mana Bakti Olahraga Djarum Foundation membangun persepsi baru bahwa perempuan juga bisa bermain sepakbola secara profesional dan juga bisa berprestasi. Selain itu, persepsi lain yang ingin dibangun adalah bermain sepakbola secara profesional juga bisa dilakukan oleh wanita berhijab.

Dalam kontek ini, Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan perspektif baru bahwa dalam membangun tim sepakbola putri tidak lagi mempersoalkan faham dan keyakinan beragama yang diekspresikan dalam berhijab. Sesungguhnya apa yang dilakukan Bakti Olahraga Djarum Foundation dengan menggelar milklife soccer challenge, bisa disebut murni kompetisi sepakbola putri. Namun, di balik sepakbola ini, ada nilai-nilai toleransi, keberagaman, yang secara tidak langsung terbangun dengan sendirinya.

Maka, Bakti Olahraga Djarum Foundation, dengan milklife soccer challenge yang melahirkan banyak talenta sepakbola putri berhijab, secara tidak langsung akan menjadi branding Indonesia dikancah internasional.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya