Kisah Bahtera Nuh dalam Al-Qur'an
Tim langit 7
Senin, 29 Juli 2024 - 07:33 WIB
Kisah Bahtera Nuh dalam Al-Qur'an
LANGIT7.ID-Jakarta; Nabi adalah utusan Allah yang datang dari waktu ke waktu untuk membimbing umat manusia ke jalan Allah, jalan kebenaran. Di antara sekian banyak orang yang datang sebagai pembimbing dan pemberi peringatan kepada manusia, Nabi Nuh (Alaihisalam)[1]adalah salah satunya. Beliau hidup jauh sebelum zaman Nabi Muhammad (Salallahu alaihi wasalam), nabi terakhir. [2]
Allah mengangkat Nuh sebagai nabi bagi umatnya, agar dapat membimbing mereka ke jalan yang benar dan menjauhkan mereka dari jalan yang jahat. Al-Qur'an menceritakan kisah Nabi Nuh dan kaumnya dalam beberapa surah[3], yaitu surah 71 (Nuh), surah 11 (Hud), dan surah 23 (al-Mu'minun), dan masih banyak lagi. ayat-ayat[4]di dalamnya. Kisah ini menceritakan kepada kita tentang keimanan yang kuat yang dimiliki Nabi kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tentang kebinasaan terakhir bagi mereka yang mengabaikan Pesan Ilahi.
Memerintahkan Nabi Nuh untuk memperingatkan umatnya, Allah berfirman:
“Peringatkanlah umatmu sebelum mereka mendapat hukuman yang pedih.” — Al-Qur'an, 71:1
Menaati perintah Allah, Nabi Nuh mendatangi kaumnya dan berkata:
“Aku datang kepadamu dengan peringatan yang jelas bahwa kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kepadamu siksa hari yang celaka.” — Al-Qur'an, 11:25-26
Para pemimpin yang khawatir akan kehilangan kekuasaan dan wibawa mereka atas rakyat yang mereka pimpin, tidak menyetujui apa yang dikhotbahkan Nabi Nuh dan berusaha menyesatkan rakyat dari Jalan yang Benar. Mereka berdebat dengan Nabi yang bersabda:
Allah mengangkat Nuh sebagai nabi bagi umatnya, agar dapat membimbing mereka ke jalan yang benar dan menjauhkan mereka dari jalan yang jahat. Al-Qur'an menceritakan kisah Nabi Nuh dan kaumnya dalam beberapa surah[3], yaitu surah 71 (Nuh), surah 11 (Hud), dan surah 23 (al-Mu'minun), dan masih banyak lagi. ayat-ayat[4]di dalamnya. Kisah ini menceritakan kepada kita tentang keimanan yang kuat yang dimiliki Nabi kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tentang kebinasaan terakhir bagi mereka yang mengabaikan Pesan Ilahi.
Memerintahkan Nabi Nuh untuk memperingatkan umatnya, Allah berfirman:
“Peringatkanlah umatmu sebelum mereka mendapat hukuman yang pedih.” — Al-Qur'an, 71:1
Menaati perintah Allah, Nabi Nuh mendatangi kaumnya dan berkata:
“Aku datang kepadamu dengan peringatan yang jelas bahwa kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kepadamu siksa hari yang celaka.” — Al-Qur'an, 11:25-26
Para pemimpin yang khawatir akan kehilangan kekuasaan dan wibawa mereka atas rakyat yang mereka pimpin, tidak menyetujui apa yang dikhotbahkan Nabi Nuh dan berusaha menyesatkan rakyat dari Jalan yang Benar. Mereka berdebat dengan Nabi yang bersabda: