Karena Halal Tak Hanya “No Pork No Lard”, Halal Corner Hadir Mengedukasi Masyarakat
Lusi mahgriefie
Sabtu, 03 Agustus 2024 - 09:20 WIB
Komunitas Halal menyebarkan kuashalal kepada para pedagang yang diakukan Divisi Community.
Makanan halal tidak hanya sebatas makanan yang bebas dari daging atau apapun yang mengandung unsur babi, melainkan lebih luas lagi. Oleh karena itu komunitas Halal Corner hadir dan berusaha mengedukasi masyarakat mengenai persoalan halal.
Halal Corner atau biasa disebut HC ada sejak Desember 2011 silam. Adalah Aisha Maharani sebagai pendirinya dimana sejak dahulu Ia berkecimpung dalam dunia halal, salah satunya pernah bekerja di LPPOM-MUI. Hingga kini Aisha terus menyuarakan informasi terkait halal haram yang ada di tengah masyarakat.
Sesuai namanya, komunitas ini hadir untuk memberikan edukasi halal yang terpercaya kepada masyarakat luas secara kompeten dan profesional. Pada kenyataannya masih banyak orang yang belum paham betul batasan mengenai halal dan haram, terutama saat berada di luar negeri dengan penduduk mayoritas non-Islam.
Halal Corner bersama pegiat halal lain menghadiri undangan Majelis Ulama Indonesia.
Sebagai lembaga swadaya, HC menjadi wadah bagi para penggiat halal dalam memberikan informasi, edukasi, konsultasi dan advokasi mengenai produk halal. Tentunya berdasarkan pemahaman pada Al Quran dan sunnah Rasulullah Saw.
Dalam kampanye-nya, HC kerap menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi dan pengetahuan.
“Awalnya hanya aktif memberikan edukasi mengenai halal di twitter @halalcorner. Namun saat ini, HC berkembang secara online dan offline di berbagai kota seperti Jakarta, Bogor, Batam, Aceh, Makassar, Banjarmasin, Banjarbaru, Yogyakarta, Surabaya dan Malang,” jelas Adisti Rifki, Ketua Divisi Media News Halal Corner kepada Langit7.
Halal Corner atau biasa disebut HC ada sejak Desember 2011 silam. Adalah Aisha Maharani sebagai pendirinya dimana sejak dahulu Ia berkecimpung dalam dunia halal, salah satunya pernah bekerja di LPPOM-MUI. Hingga kini Aisha terus menyuarakan informasi terkait halal haram yang ada di tengah masyarakat.
Sesuai namanya, komunitas ini hadir untuk memberikan edukasi halal yang terpercaya kepada masyarakat luas secara kompeten dan profesional. Pada kenyataannya masih banyak orang yang belum paham betul batasan mengenai halal dan haram, terutama saat berada di luar negeri dengan penduduk mayoritas non-Islam.
Halal Corner bersama pegiat halal lain menghadiri undangan Majelis Ulama Indonesia.
Sebagai lembaga swadaya, HC menjadi wadah bagi para penggiat halal dalam memberikan informasi, edukasi, konsultasi dan advokasi mengenai produk halal. Tentunya berdasarkan pemahaman pada Al Quran dan sunnah Rasulullah Saw.
Dalam kampanye-nya, HC kerap menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi dan pengetahuan.
“Awalnya hanya aktif memberikan edukasi mengenai halal di twitter @halalcorner. Namun saat ini, HC berkembang secara online dan offline di berbagai kota seperti Jakarta, Bogor, Batam, Aceh, Makassar, Banjarmasin, Banjarbaru, Yogyakarta, Surabaya dan Malang,” jelas Adisti Rifki, Ketua Divisi Media News Halal Corner kepada Langit7.