Innalillahi, KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i Berpulang ke Rahmatullah
Achmad syukron fadilah
Sabtu, 10 Juli 2021 - 20:05 WIB
KH Abdurrasyid Abdullah Syafii. Foto: Istimewa
Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Asysyafiiyah, Jatiwaringin, Jakarta Timur (Jaktim) KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i meninggal dunia lebih kurang pada pukul 17.38 WIB. Kabar duka ulama kharismatik Betawi itu disampaikan Senator Muslimah DKI Jakarta, Fahira Idris.
Dalam ungguhan di akun Twitter miliknya, Fahira mengucapkan duka cita yang mendalam atas kepergian KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i. "Inna lillahi wa inna Ilaihi roji’uun. Allahummagh firlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu. Sangat berduka cita yang mendalam atas wafatnya Guru kami, Bapak KH ABDURRASYID ABDULLAH SYAFI’I Bin KH Abdullah Syafi’i petang ini jam 17.38 wib," tulis sang senator di akun Twitternya @fahiraidris.
"Insya Allah almarhum Husnul Khotimah, diterima di sisi ALLAH SWT, dilapangkan kuburnya, diampuni sgala dosanya, diterima semua amal ibadahnya, serta mendapatkan tempat terbaik di surga nanti, aamiiin Ya ROBBAL alamiiin. Semoga seluruh keluarga diberi ketabahan dan kekuatan," tulis Fahira melanjutkan.
Kabar duka tersebut membuat warganet berduyun-duyun menyebarkan kabar duka sekaligus turut menyampaikan rasa belasungkawa. Pasalnya, Pimpinan Ponpes Pulo Air Sukabumi yang lebih banyak tinggal di Jakarta itu sempat mencuri perhatian umat dalam Aksi Bela Islam beberapa waktu lalu.
Sementara, tokoh nasional seperti Yusril Ihza Mahendra dan Politikus PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) pun turut mengucapkan belasungkawa atas wafatnya KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i. HNW mendoakan agar segala amal baik almarhum diterima Allah SWT.
"InnaaliLlahiwainnaailaiHirajiun. Kita sangat berduka cita atas wafatnya KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'ie, semoga Allah SWT karuniakan Husnul Khatimah waSysyahaadah, seluruh amal Beliau diterima sebagai ibadah, diterima di sisi terbaik Allah SWT di alJannah. Lahu alFatihah," ucap HNW di akun Twitter miliknya @hnurwahid.
Sementara, Yusril dalam akun Twitter @ Yusrilihza_Mhd memanjatkan doa agar bangsa ini segera ditelurkan tokoh-tokoh agama pengganti para ulama-ulama sholeh yang lebih dulu menghadap Allah SWT. "Satu demi satu ulama meninggalkan kita. Semoga akan ada pengganti-pengganti beliau semua untuk meneruskan pembinaan umat agar menjadi insan yang bertaqwa dan sadar akan tanggungjawab kehidupan di dunia fana ini," tulis Yusril.
Dalam ungguhan di akun Twitter miliknya, Fahira mengucapkan duka cita yang mendalam atas kepergian KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i. "Inna lillahi wa inna Ilaihi roji’uun. Allahummagh firlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu. Sangat berduka cita yang mendalam atas wafatnya Guru kami, Bapak KH ABDURRASYID ABDULLAH SYAFI’I Bin KH Abdullah Syafi’i petang ini jam 17.38 wib," tulis sang senator di akun Twitternya @fahiraidris.
"Insya Allah almarhum Husnul Khotimah, diterima di sisi ALLAH SWT, dilapangkan kuburnya, diampuni sgala dosanya, diterima semua amal ibadahnya, serta mendapatkan tempat terbaik di surga nanti, aamiiin Ya ROBBAL alamiiin. Semoga seluruh keluarga diberi ketabahan dan kekuatan," tulis Fahira melanjutkan.
Kabar duka tersebut membuat warganet berduyun-duyun menyebarkan kabar duka sekaligus turut menyampaikan rasa belasungkawa. Pasalnya, Pimpinan Ponpes Pulo Air Sukabumi yang lebih banyak tinggal di Jakarta itu sempat mencuri perhatian umat dalam Aksi Bela Islam beberapa waktu lalu.
Sementara, tokoh nasional seperti Yusril Ihza Mahendra dan Politikus PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) pun turut mengucapkan belasungkawa atas wafatnya KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i. HNW mendoakan agar segala amal baik almarhum diterima Allah SWT.
"InnaaliLlahiwainnaailaiHirajiun. Kita sangat berduka cita atas wafatnya KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'ie, semoga Allah SWT karuniakan Husnul Khatimah waSysyahaadah, seluruh amal Beliau diterima sebagai ibadah, diterima di sisi terbaik Allah SWT di alJannah. Lahu alFatihah," ucap HNW di akun Twitter miliknya @hnurwahid.
Sementara, Yusril dalam akun Twitter @ Yusrilihza_Mhd memanjatkan doa agar bangsa ini segera ditelurkan tokoh-tokoh agama pengganti para ulama-ulama sholeh yang lebih dulu menghadap Allah SWT. "Satu demi satu ulama meninggalkan kita. Semoga akan ada pengganti-pengganti beliau semua untuk meneruskan pembinaan umat agar menjadi insan yang bertaqwa dan sadar akan tanggungjawab kehidupan di dunia fana ini," tulis Yusril.