Bersyukur, Kunci GenZI Bebas Overthinking: Wejangan Ustadz Syam Elmarusy
Tim langit 7
Ahad, 11 Agustus 2024 - 15:34 WIB
Bersyukur, Kunci GenZI Bebas Overthinking: Wejangan Ustadz Syam Elmarusy
LANGIT7.ID-, Surabaya- - Di tengah hiruk-pikuk kota metropolitan Surabaya, sebuah pertemuan unik berlangsung di pagi buta. Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) menjadi saksi bisu ketika ribuan Generasi Z Islami (GenZI) berkumpul untuk mengikuti agenda bulanan Majelis Subuh GenZI (MSG) yang ke-11. Kali ini, mereka datang dengan satu tujuan: mencari jalan keluar dari jerat overthinking yang kerap menghantui kaum muda di era digital.
Ustadz Syamsuddin Nur Makka, yang akrab disapa Ustadz Syam Elmarusy, hadir sebagai pembicara utama dalam acara bertajuk "Merdeka dari Overthinking" ini. Dengan gaya khasnya yang santai namun sarat makna, beliau membagikan resep ampuh untuk menenangkan jiwa yang gelisah.
"Bersyukur itu kuncinya," ujar Ustadz Syam dengan penuh semangat. "Bukan soal berapa banyak yang kita miliki, tapi bagaimana kita menghargai apa yang ada." Beliau menekankan bahwa fokus pada kualitas hidup, bukan kuantitas, adalah langkah awal menuju ketenangan batin, dikutip Minggu (11/8/2024).
Acara yang dimulai dengan Shalat Subuh berjamaah dan Khotmil Qur'an ini tak hanya menjadi wadah spiritual, tapi juga ajang berbagi pengalaman. Para GenZI yang hadir tampak antusias mendengarkan setiap kata yang meluncur dari mulut sang ustadz.
"Jangan terjebak dalam ilusi kesempurnaan," lanjut Ustadz Syam. Beliau mengingatkan bahwa bahkan Nabi Muhammad SAW pun pernah mendapat teguran dari Allah SWT. Pesan ini seolah menjadi obat penenang bagi jiwa-jiwa muda yang kerap merasa tertekan oleh standar kesempurnaan yang tidak realistis.
Tak ketinggalan, Ustadz Syam juga menekankan pentingnya berserah diri kepada Allah SWT. "Percayalah, setiap ujian adalah bentuk kasih sayang-Nya," tuturnya, membuat para hadirin mengangguk penuh pemahaman.
Sesi tanya jawab pun menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Salah satu pertanyaan yang mencuri perhatian adalah tentang bagaimana menyikapi perbedaan pendapat dengan orang tua. Dengan bijak, Ustadz Syam menjawab, "Contohlah Nabi Ibrahim. Tetap lembut dalam berdialog, tapi ingat, jika tidak ada perubahan, kembalikan semuanya pada Allah."
Ustadz Syamsuddin Nur Makka, yang akrab disapa Ustadz Syam Elmarusy, hadir sebagai pembicara utama dalam acara bertajuk "Merdeka dari Overthinking" ini. Dengan gaya khasnya yang santai namun sarat makna, beliau membagikan resep ampuh untuk menenangkan jiwa yang gelisah.
"Bersyukur itu kuncinya," ujar Ustadz Syam dengan penuh semangat. "Bukan soal berapa banyak yang kita miliki, tapi bagaimana kita menghargai apa yang ada." Beliau menekankan bahwa fokus pada kualitas hidup, bukan kuantitas, adalah langkah awal menuju ketenangan batin, dikutip Minggu (11/8/2024).
Acara yang dimulai dengan Shalat Subuh berjamaah dan Khotmil Qur'an ini tak hanya menjadi wadah spiritual, tapi juga ajang berbagi pengalaman. Para GenZI yang hadir tampak antusias mendengarkan setiap kata yang meluncur dari mulut sang ustadz.
"Jangan terjebak dalam ilusi kesempurnaan," lanjut Ustadz Syam. Beliau mengingatkan bahwa bahkan Nabi Muhammad SAW pun pernah mendapat teguran dari Allah SWT. Pesan ini seolah menjadi obat penenang bagi jiwa-jiwa muda yang kerap merasa tertekan oleh standar kesempurnaan yang tidak realistis.
Tak ketinggalan, Ustadz Syam juga menekankan pentingnya berserah diri kepada Allah SWT. "Percayalah, setiap ujian adalah bentuk kasih sayang-Nya," tuturnya, membuat para hadirin mengangguk penuh pemahaman.
Sesi tanya jawab pun menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Salah satu pertanyaan yang mencuri perhatian adalah tentang bagaimana menyikapi perbedaan pendapat dengan orang tua. Dengan bijak, Ustadz Syam menjawab, "Contohlah Nabi Ibrahim. Tetap lembut dalam berdialog, tapi ingat, jika tidak ada perubahan, kembalikan semuanya pada Allah."