home global news

Ben-Gvir Picu Kontroversi, Desak Izin Ibadah Yahudi di Al-Aqsa

Rabu, 14 Agustus 2024 - 08:01 WIB
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir Mengunjungi Kompleks Al-Aqsa yang Juga Dikenal oleh Umat Yahudi sebagai Bukit Bait Suci, di Kota Tua Yerusalem pada 13 Agustus 2024.
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Politisi garis keras Israel, Itamar Ben-Gvir, pada Selasa lalu menyatakan bahwa umat Yahudi seharusnya diizinkan beribadah di kompleks Masjid Al-Aqsa, yang dikenal oleh umat Yahudi sebagai Bukit Bait Suci. Pernyataan ini memicu kontroversi baru terkait aturan di salah satu situs paling sensitif di Timur Tengah.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan cepat membantah akan ada perubahan aturan yang melarang umat Yahudi beribadah di lokasi tersebut, yang dianggap suci oleh umat Muslim dan Yahudi. Netanyahu juga menegur Ben-Gvir, yang menjabat sebagai menteri keamanan nasional.

"Tidak ada kebijakan pribadi dari menteri manapun di Bukit Bait Suci - baik Menteri Keamanan Nasional maupun menteri lainnya," tegas kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan. Pernyataan ini dirilis sehari setelah Netanyahu menegur Menteri Pertahanan Yoav Gallant terkait perbedaan kebijakan.

Komentar Ben-Gvir, yang disampaikan saat mengunjungi kompleks tersebut untuk memperingati hari berkabung Yahudi atas kehancuran kuil kuno, muncul di saat yang sangat sensitif. Perang di Gaza berisiko meluas menjadi konflik yang lebih besar, berpotensi melibatkan Iran dan sekutu-sekutunya di kawasan.

Kompleks Al-Aqsa, yang dihormati umat Yahudi sebagai sisa dari dua kuil kuno mereka, dikelola oleh yayasan keagamaan Yordania. Berdasarkan aturan yang berlaku selama beberapa dekade, umat Yahudi diizinkan berkunjung, namun tidak boleh beribadah di sana.

"Kebijakan kami adalah mengizinkan ibadah," ujar Ben-Gvir saat melewati barisan pengunjung Yahudi yang bersujud di tanah, sementara yang lain bernyanyi dan bertepuk tangan merayakan momen tersebut. Waqf, yayasan yang mengelola situs tersebut, menyatakan sekitar 2.250 orang Yahudi memasuki lokasi itu pada hari Selasa.

Juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam kunjungan Ben-Gvir sebagai "provokasi" dan meminta Amerika Serikat untuk turun tangan "jika ingin mencegah kawasan ini meledak secara tidak terkendali."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya