Blinken Akhiri Lawatan ke Timur Tengah, Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza Masih Belum Tercapai
Nabil
Rabu, 21 Agustus 2024 - 08:21 WIB
Blinken Akhiri Lawatan ke Timur Tengah, Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza Masih Belum Tercapai
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, melakukan perjalanan kilat ke Timur Tengah dalam upaya mendesak tercapainya kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Namun, hingga Selasa, kesepakatan antara Israel dan Hamas masih belum tercapai.
Blinken bersama mediator dari Mesir dan Qatar, menggantungkan harapan pada "proposal penghubung" dari AS yang bertujuan mempersempit kesenjangan antara kedua belah pihak dalam perang yang sudah berlangsung selama 10 bulan ini. Minggu lalu, negosiasi sempat terhenti tanpa terobosan.
Baca Juga: Ketegangan Memanas! Pejabat AS Tembak Habis Tuntutan 'Berlebihan' Netanyahu di Gaza
Kesepakatan ini "harus segera tercapai, dan harus tercapai dalam beberapa hari ke depan. Kami akan melakukan segala cara untuk mewujudkannya," kata Blinken kepada wartawan di Doha sebelum kembali ke Washington.
Seorang pejabat senior pemerintahan Biden yang mendampingi Blinken mengatakan bahwa AS berharap pembicaraan gencatan senjata akan terus berlanjut minggu ini.
Blinken melakukan perjalanan ke Mesir untuk berdiskusi dengan Presiden Abdel-Fattah El-Sisi dan kemudian ke Qatar. Setelah bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Senin, Blinken mengatakan bahwa Israel telah menerima proposal tersebut dan mendesak Hamas untuk melakukan hal yang sama. Kelompok Palestina itu belum secara tegas menolak proposal tersebut, namun mengatakan bahwa hal itu mengubah kesepakatan yang sebelumnya telah disetujui.
Ketika ditanya di Qatar tentang ketentuan penarikan pasukan Israel dalam kerangka gencatan senjata dan tentang laporan dari Axios yang mengutip Netanyahu bahwa dia mungkin telah meyakinkan Blinken agar Israel mempertahankan pasukan di Koridor Philadelphi antara Mesir dan Gaza, Blinken menjawab, “Amerika Serikat tidak menerima pendudukan jangka panjang Gaza oleh Israel. Lebih spesifik lagi, kesepakatan ini sangat jelas tentang jadwal dan lokasi penarikan Pasukan Pertahanan Israel dari Gaza, dan Israel telah menyetujuinya. Jadi itu yang saya ketahui, itu yang sangat jelas bagi saya.”
Blinken bersama mediator dari Mesir dan Qatar, menggantungkan harapan pada "proposal penghubung" dari AS yang bertujuan mempersempit kesenjangan antara kedua belah pihak dalam perang yang sudah berlangsung selama 10 bulan ini. Minggu lalu, negosiasi sempat terhenti tanpa terobosan.
Baca Juga: Ketegangan Memanas! Pejabat AS Tembak Habis Tuntutan 'Berlebihan' Netanyahu di Gaza
Kesepakatan ini "harus segera tercapai, dan harus tercapai dalam beberapa hari ke depan. Kami akan melakukan segala cara untuk mewujudkannya," kata Blinken kepada wartawan di Doha sebelum kembali ke Washington.
Seorang pejabat senior pemerintahan Biden yang mendampingi Blinken mengatakan bahwa AS berharap pembicaraan gencatan senjata akan terus berlanjut minggu ini.
Blinken melakukan perjalanan ke Mesir untuk berdiskusi dengan Presiden Abdel-Fattah El-Sisi dan kemudian ke Qatar. Setelah bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Senin, Blinken mengatakan bahwa Israel telah menerima proposal tersebut dan mendesak Hamas untuk melakukan hal yang sama. Kelompok Palestina itu belum secara tegas menolak proposal tersebut, namun mengatakan bahwa hal itu mengubah kesepakatan yang sebelumnya telah disetujui.
Ketika ditanya di Qatar tentang ketentuan penarikan pasukan Israel dalam kerangka gencatan senjata dan tentang laporan dari Axios yang mengutip Netanyahu bahwa dia mungkin telah meyakinkan Blinken agar Israel mempertahankan pasukan di Koridor Philadelphi antara Mesir dan Gaza, Blinken menjawab, “Amerika Serikat tidak menerima pendudukan jangka panjang Gaza oleh Israel. Lebih spesifik lagi, kesepakatan ini sangat jelas tentang jadwal dan lokasi penarikan Pasukan Pertahanan Israel dari Gaza, dan Israel telah menyetujuinya. Jadi itu yang saya ketahui, itu yang sangat jelas bagi saya.”