home edukasi & pesantren

Dua Tim Dosen Unusa Raih Sertifikat Paten atas Inovasi Kesehatan

Senin, 26 Agustus 2024 - 13:00 WIB
Dua tim dosen dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) berhasil meraih sertifikat paten sederhana atas inovasi-inovasi mereka di bidang kesehatan
Dua tim dosen dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) meraih sertifikat paten sederhana atas inovasi-inovasi di bidang kesehatan. Sertifikat paten diberikan atas temuan inovatif di bidang kesehatan yang memiliki potensi besar dan solusi efisien untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Penelitian yang diakui ini tidak hanya menambah khazanah ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong pengembangan teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Tim pertama dipimpin Iis Noventi, S.Kep.Ns., M.Kep., mengembangkan sebuah alat inovatif berupa ‘Sendok untuk Lansia yang Mengalami Tremor’. Beberapa lansia dengan kondisi kesehatan stroke, alzheimer, demensia, dan tremor sering mengalami kesulitan makan secara mandiri, tindakan mengunyah dan menelan menjadi permasalah bagi mereka (para lansia). Melihat itu, Iis dan timnya merancang sendok khusus untuk membantu para lansia yang mengalami tremor atau getaran tangan agar dapat makan dengan lebih mudah dan nyaman.

Baca juga:Gerakan Tanam 150 Pohon, Unair Ajak Mahasiswa Baru Peduli Lingkungan

“Para lansia yang mengalami permasalah kesehatan tertentu, memiliki getaran atau kelemahan tangan yang dapat membuat kemampuan memegang peralatan makan melemah, dan hampir tidak mungkin dilakukan. Karena kesulitannya, beberapa lansia bahkan mungkin kehilangan nafsu makan dan berhenti makan. Dengan menggunakan teknologi alat bantu, sendok ini mampu menstabilkan gerakan tangan, sehingga makanan tidak mudah tumpah,” ujarnya..

Iis menjelaskan, adanya inovasi sendok lansia yang adaptif ini sangat memudahkan kegiatan makan, mengefisiensi waktu lebih menyenangkan dan lansia tetap ternutrisi dengan baik. Bentuk sendok yang bisa lurus dan melengkung bisa digunakan sesuai kondisi lansia, sekaligus dilengkapi indikator suhu pada pegangannya untuk mencegah lansia terbakar mulutnya karena makanan yang masih panas.

“Dorongan utama kami ingin mendukung kualitas hidup lansia, terutama dalam menjaga nutrisi yang tepat bagi mereka. Ketika lansia dapat menikmati makan dengan nyaman dan aman, mereka akan lebih termotivasi untuk makan dengan teratur, yang pada akhirnya berdampak positif pada asupan nutrisi harian mereka,” ucapnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya