Konflik Israel-Palestina: Korban Jiwa Terus Bertambah di Gaza
Nabil
Sabtu, 31 Agustus 2024 - 05:25 WIB
Konflik Israel-Palestina: Korban Jiwa Terus Bertambah di Gaza
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Militer Israel mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka telah menyelesaikan operasi sebulan penuh di wilayah selatan dan tengah Gaza. Mereka mengklaim telah menewaskan lebih dari 250 pejuang Palestina selama operasi tersebut.
"Pasukan Divisi 98 telah menyelesaikan operasi mereka di area Khan Younis dan Deir al-Balah, setelah sekitar sebulan melakukan aktivitas operasional di atas dan bawah tanah secara bersamaan," demikian pernyataan militer Israel. "Dalam operasi ini, pasukan kami berhasil melumpuhkan lebih dari 250 teroris dan menghancurkan puluhan infrastruktur teroris."
Seorang juru bicara militer mengkonfirmasi kepada AFP bahwa untuk saat ini tidak ada operasi lain yang sedang berlangsung di kedua wilayah tersebut.
Penduduk Khan Younis melaporkan bahwa mereka kembali ke kota utama di selatan Jalur Gaza dan menemukan pemandangan kehancuran yang luas. Amal al-Astal, 48 tahun, menggambarkan rumah-rumah yang hancur dan mayat-mayat yang membusuk di tempat terbuka.
"Kami menemukan rumah kami hancur dan rumah tetangga kami juga hancur. Salah satu mayat tetangga kami sudah membusuk di sana," kata Astal. "Begitu kami masuk, kami melihat tragedi dan tidak bisa mengenali landmark di lingkungan kami lagi."
Warga Palestina yang kembali ke beberapa bagian Deir al-Balah awal pekan ini juga melaporkan kehancuran serupa.
Perang di Gaza pecah setelah serangan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.199 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel.
"Pasukan Divisi 98 telah menyelesaikan operasi mereka di area Khan Younis dan Deir al-Balah, setelah sekitar sebulan melakukan aktivitas operasional di atas dan bawah tanah secara bersamaan," demikian pernyataan militer Israel. "Dalam operasi ini, pasukan kami berhasil melumpuhkan lebih dari 250 teroris dan menghancurkan puluhan infrastruktur teroris."
Seorang juru bicara militer mengkonfirmasi kepada AFP bahwa untuk saat ini tidak ada operasi lain yang sedang berlangsung di kedua wilayah tersebut.
Penduduk Khan Younis melaporkan bahwa mereka kembali ke kota utama di selatan Jalur Gaza dan menemukan pemandangan kehancuran yang luas. Amal al-Astal, 48 tahun, menggambarkan rumah-rumah yang hancur dan mayat-mayat yang membusuk di tempat terbuka.
"Kami menemukan rumah kami hancur dan rumah tetangga kami juga hancur. Salah satu mayat tetangga kami sudah membusuk di sana," kata Astal. "Begitu kami masuk, kami melihat tragedi dan tidak bisa mengenali landmark di lingkungan kami lagi."
Warga Palestina yang kembali ke beberapa bagian Deir al-Balah awal pekan ini juga melaporkan kehancuran serupa.
Perang di Gaza pecah setelah serangan Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.199 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel.