Alissa Wahid Ungkap Pentingnya Penegakan Hak Konstitusional untuk Rawat Perdamaian
Tim langit 7
Senin, 02 September 2024 - 19:00 WIB
Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid.Foto/ist
Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid mengingatkan pentingnya penegakan hak konstitusional dalam menjaga perdamaian.
Dia mengutip pernyataan Gus Dur bahwa "perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi," yang menurutnya relevan bagi penyelenggara negara dalam menghadapi dinamika sosial di Indonesia.
Alissa menegaskan, hak konstitusional harus ditegakkan sebelum harmoni sosial tercapai. Ia mengkritisi pendekatan harmoni sosial yang cenderung mengutamakan mayoritas dan mengabaikan hak-hak konstitusional warga negara, terutama minoritas.
"Pendekatan ini sering kali mengabaikan hak konstitusional warga negara, yang seharusnya menjadi prioritas dalam penyelenggaraan negara," ujar di Jakarta belum lama ini.
Baca juga:RS Medistra Minta Maaf Usai Viral Larangan Nakes Pakai Jilbab
Alissa mengingatkan bahaya yang dapat ditimbulkan akibat terlalu mengutamakan harmoni sosial tanpa dasar konstitusi yang kuat.
"Perdamaian tanpa keadilan hanyalah ilusi. Meskipun tampak damai, kondisi ini bisa memicu konflik karena sifatnya hanya sementara dan permukaan," ungkapnya.
Dia mengutip pernyataan Gus Dur bahwa "perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi," yang menurutnya relevan bagi penyelenggara negara dalam menghadapi dinamika sosial di Indonesia.
Alissa menegaskan, hak konstitusional harus ditegakkan sebelum harmoni sosial tercapai. Ia mengkritisi pendekatan harmoni sosial yang cenderung mengutamakan mayoritas dan mengabaikan hak-hak konstitusional warga negara, terutama minoritas.
"Pendekatan ini sering kali mengabaikan hak konstitusional warga negara, yang seharusnya menjadi prioritas dalam penyelenggaraan negara," ujar di Jakarta belum lama ini.
Baca juga:RS Medistra Minta Maaf Usai Viral Larangan Nakes Pakai Jilbab
Alissa mengingatkan bahaya yang dapat ditimbulkan akibat terlalu mengutamakan harmoni sosial tanpa dasar konstitusi yang kuat.
"Perdamaian tanpa keadilan hanyalah ilusi. Meskipun tampak damai, kondisi ini bisa memicu konflik karena sifatnya hanya sementara dan permukaan," ungkapnya.