home sports

Duel Final US Open Sinner VS Fritz, Siapa Yang Terbaik? Publik Amerika Dihantui Cemas Tingkat Tinggi

Ahad, 08 September 2024 - 09:51 WIB
Duel Final US Open Sinner VS Fritz, Siapa Yang Terbaik? Publik Amerika Dihantui Cemas Tingkat Tinggi
LANGIT7.ID-New York; Duel final tenis US Open yang ditunggu tunggu Senen (8/9/2024) dini hari bakal menyedot perhatian tenis dunia. Apalagi salah satu finalis, Taylor Fritz adalah petenis kebanggaan tuan rumah, sehingga bisa dipastikan semua selebritis dan bintang bintang top olahraga akan menyaksikan langsung.

Amerika memang sangat bersemangat ingin menyaksikan Fritz bisa mengalahkan rivalnya di final, Jannik Sinner asal Italia. Karena salah satu harapan besarnya final US Open di sektor wanita, petenis tuan rumah Jessica Pegula juga dikalahkan rivalnya dari Belarus, Aryna Sabalenka. Kini harapan Amerika benar benar tertuju kepada Fritz.



Taylor Fritz setelah mengalakan rekan senegaranya di semifinal, Frances Tiafoe, tinggal satu kemenangan lagi untuk menjadi orang Amerika pertama yang memenangkan gelar Grand Slam sejak Andy Roddick pada tahun 2003. Namun, jika Fritz ingin melanjutkan rentetan kemenangannya, ia harus mengalahkan petenis nomor 1 dunia itu, Jannik Sinner.

Dan meskipun penonton akan memberi Fritz semangat ekstra, namun banyak yang masih meragukan Fritz bisa meladeni permainan Sinner yang lincah, taktis dan full speed.

Saat mencermati final ini, yang menarik perhatian adalah Jannik Sinner yang menang dalam selisih 1,5 set. Petenis Italia itu telah berhadapan dengan penonton yang pro-Amerika di turnamen ini. Ini atmosfirnya sama saat Sinner menghadapi Tommy Paul beberapa ronde yang lalu. Paul benar benar memanfaatkan atmosfer sebagai tuan rumah, sehingga bisa membuka keunggulan double-break atas Sinner di set pembuka. Namun, alih-alih panik, Sinner akhirnya mengunci permainan dan memainkan tenis yang luar biasa. Begitu pun untuk Fritz, keuntungan bermain di kandang sendiri tidak akan cukup membantu. Fritz harus bermain dengan cemerlang.

Ini disebabkan, Sinner memiliki persentase hold yang lebih tinggi daripada Fritz, yang permainannya sangat bergantung pada servis keras. Ia juga merupakan pengembali bola yang jauh lebih baik. Jika menggabungkan semua itu dengan keunggulan Sinner dari forehand dan backhand, serta pergerakannya yang superior, konstruksi poin, dan permainan net, sulit untuk melihat jalan bagi Fritz untuk tetap bersaing di lapangan keras yang menjadi ladangnya Sinner.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya