45 Negara Bahas Serius Terumbu Karang di Jeddah Untuk Rumuskan Ekonomi Biru
Tim langit 7
Senin, 09 September 2024 - 14:18 WIB
45 Negara Bahas Serius Terumbu Karang di Jeddah Untuk Rumuskan Ekonomi Biru
LANGIT7.ID-Riyadh; Pertemuan ke-38 Inisiatif Terumbu Karang Internasional akan diadakan di Jeddah dari tanggal 9 hingga 13 September, Saudi Press Agency melaporkan.
Para ahli, peneliti, dan pembuat keputusan dalam perlindungan lingkungan laut dari dalam dan luar Kerajaan akan menghadiri acara tersebut.
Pertemuan tersebut akan bertujuan untuk bertukar pengetahuan, mengatasi tantangan, dan membahas tren masa depan dalam perlindungan terumbu karang.
Inisiatif tersebut, yang terdiri dari 45 negara yang mencakup 75 persen terumbu karang dunia, berfungsi sebagai platform global untuk melindungi ekosistem laut.
Tujuan pertemuan tersebut meliputi peningkatan metode konservasi terumbu karang terhadap ancaman seperti perubahan iklim, polusi, dan penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan, sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah, organisasi nonpemerintah, dan perusahaan swasta.
Kegiatan ini akan difokuskan pada penyelenggaraan kegiatan ekonomi biru untuk menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan kapasitas manusia melalui pertukaran pengetahuan dan pelatihan.
Acara ini juga akan menjajaki cara-cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya terumbu karang bagi keanekaragaman hayati dan ekonomi biru.
Para ahli, peneliti, dan pembuat keputusan dalam perlindungan lingkungan laut dari dalam dan luar Kerajaan akan menghadiri acara tersebut.
Pertemuan tersebut akan bertujuan untuk bertukar pengetahuan, mengatasi tantangan, dan membahas tren masa depan dalam perlindungan terumbu karang.
Inisiatif tersebut, yang terdiri dari 45 negara yang mencakup 75 persen terumbu karang dunia, berfungsi sebagai platform global untuk melindungi ekosistem laut.
Tujuan pertemuan tersebut meliputi peningkatan metode konservasi terumbu karang terhadap ancaman seperti perubahan iklim, polusi, dan penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan, sekaligus mendorong kolaborasi antara pemerintah, organisasi nonpemerintah, dan perusahaan swasta.
Kegiatan ini akan difokuskan pada penyelenggaraan kegiatan ekonomi biru untuk menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan kapasitas manusia melalui pertukaran pengetahuan dan pelatihan.
Acara ini juga akan menjajaki cara-cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya terumbu karang bagi keanekaragaman hayati dan ekonomi biru.