LANGIT7.ID-Jakarta; Dalam rangka kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengunjungi pameran
Archivepelago: Jalan Persemaian Garin Nugroho “45 Tahun Merekam Indonesia” di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Pameran tersebut menghadirkan instalasi arsip yang merekam perjalanan kreatif Garin Nugroho selama 45 tahun berkarya sebagai salah satu sineas sekaligus budayawan terkemuka Indonesia.
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pameran arsip yang mendokumentasikan perjalanan panjang seorang maestro seni dan budaya Indonesia. Menurutnya, inisiatif seperti ini penting sebagai bagian dari upaya pelestarian memori budaya sekaligus menjadi inspirasi bagi para pelaku seni lintas generasi.
“Ini adalah sebuah pameran yang menceritakan perjalanan panjang dari seseorang yang mempunyai dedikasi tinggi. Ini bisa memberi inspirasi bagi para tokoh, budayawan, seniman, maestro yang mempunyai
archive perjalanan berkarya yang panjang untuk dapat memamerkan dan mendokumentasikan perjalanan kreatifnya” jelas Menbud dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).
Menteri Kebudayaan juga menyoroti konsistensi Garin Nugroho yang telah berkarya selama lebih dari empat dekade melalui puluhan karya, mulai dari film pendek, film dokumenter, film panjang, hingga berbagai karya audio visual lainnya. Menurutnya, perjalanan kreatif tersebut tidak dibangun secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan kolaborasi, jejaring, serta kerja sama dengan berbagai pihak dalam merekam dinamika budaya Indonesia dari masa ke masa.
Menbud Fadli Zon menambahkan bahwa pengarsipan karya para maestro merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan. Arsip tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan, inspirasi, dan pembelajaran bagi generasi mendatang dalam memahami perkembangan seni, budaya, dan perjalanan bangsa.
Menanggapi apresiasi tersebut, sineas Garin Nugroho menyampaikan terima kasih atas dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap upaya pelestarian arsip dan pemberdayaan para maestro Indonesia. “Semoga program Archive di GIK ini dapat terus berlanjut melalui kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan sehingga semakin banyak perjalanan berkarya para maestro Indonesia yang terdokumentasikan, dipelajari, dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya,” ujar Garin Nugroho.
Pameran
Archivepelago: Jalan Persemaian Garin Nugroho “45 Tahun Merekam Indonesia” tidak hanya menjadi perayaan perjalanan kreatif seorang seniman, tetapi juga menghadirkan ruang refleksi untuk membaca Indonesia melalui jejak karya, gagasan, dan ekosistem kebudayaan yang tumbuh selama 45 tahun. Bagi Garin Nugroho, perjalanan tersebut merupakan perjalanan seorang “peladang berpindah”, yakni cara berkarya yang lahir dari perjumpaan dengan beragam wilayah budaya di negeri kepulauan.
Turut hadir mendampingi Menteri Kebudayaan, Direktur Warisan Budaya, Agus Widiatmoko: Direktur Diplomasi Kebudayaan, Raden Usman Effendi; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan D.I. Yogyakarta, Riris Purbasari; dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, Nahar Cahyandaru.
Melalui penyelenggaraan pameran ini, Kementerian Kebudayaan berharap semakin tumbuh kesadaran akan pentingnya pengarsipan karya seni sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya Indonesia. Dokumentasi perjalanan para maestro tidak hanya menjaga memori kolektif bangsa, tetapi juga memperkaya literasi kebudayaan serta menjadi fondasi bagi lahirnya karya-karya kreatif yang akan terus menghidupkan kebudayaan Indonesia di masa depan.
(lam)