Luncurkan Platform Digital HalalWave, ITS Dorong Pengembangan Ekonomi Syariah
Tim langit 7
Rabu, 18 September 2024 - 10:00 WIB
ITS didukung Bank Indonesia meluncurkan platform digital bernama Halal Waypoints and Verified Eateries (HalalWave).Foto/Humas ITS
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meluncurkan platform digital bernama Halal Waypoints and Verified Eateries (HalalWave) yang didukung Bank Indonesia (BI).
Dengan mengadopsi teknologi kecerdasan buatan, HalalWave dirancang untuk memberikan rekomendasi kuliner yang sesuai dengan preferensi pengguna.
Diinisiasi oleh dua dosen Departemen Sistem Informasi (DSI) ITS Prof Nur Aini Rakhmawati MScEng PhD dan Amalia Utamima SKom MBA PhD, HalalWave diluncurkan sebagai solusi terhadap keterbatasan sistem pencarian halal di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJBH) saat ini.
Sistem pencarian tersebut dinilai masih kurang interaktif dan kurang menjelaskan letak lokasi kuliner halal yang dicari konsumen.
Salah satu inisiator, Prof Nur Aini Rakhmawati MScEng PhD menjelaskan, dengan adanya HalalWave ini pengguna dapat merasakan platform yang lebih interaktif dengan bantuan metode Fuzzy Multi-Attribute Decision Making. Metode tersebut memungkinkan sistem untuk memproses informasi yang tidak pasti, seperti preferensi pengguna yang bersifat subjektif.
“Dengan metode tersebut juga, HalalWave mampu membantu menentukan keputusan dalam memilih kuliner halal untuk pengguna,” jelasnya.
Tidak hanya merekomendasikan kuliner halal, profesor yang akrab disapa Iin ini menerangkan bahwa HalalWave juga membantu pengguna menemukan lokasi kuliner dengan cepat.
Dengan mengadopsi teknologi kecerdasan buatan, HalalWave dirancang untuk memberikan rekomendasi kuliner yang sesuai dengan preferensi pengguna.
Diinisiasi oleh dua dosen Departemen Sistem Informasi (DSI) ITS Prof Nur Aini Rakhmawati MScEng PhD dan Amalia Utamima SKom MBA PhD, HalalWave diluncurkan sebagai solusi terhadap keterbatasan sistem pencarian halal di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJBH) saat ini.
Sistem pencarian tersebut dinilai masih kurang interaktif dan kurang menjelaskan letak lokasi kuliner halal yang dicari konsumen.
Salah satu inisiator, Prof Nur Aini Rakhmawati MScEng PhD menjelaskan, dengan adanya HalalWave ini pengguna dapat merasakan platform yang lebih interaktif dengan bantuan metode Fuzzy Multi-Attribute Decision Making. Metode tersebut memungkinkan sistem untuk memproses informasi yang tidak pasti, seperti preferensi pengguna yang bersifat subjektif.
“Dengan metode tersebut juga, HalalWave mampu membantu menentukan keputusan dalam memilih kuliner halal untuk pengguna,” jelasnya.
Tidak hanya merekomendasikan kuliner halal, profesor yang akrab disapa Iin ini menerangkan bahwa HalalWave juga membantu pengguna menemukan lokasi kuliner dengan cepat.