Mengapa jumlah Konglomerat Muslim di Indonesia Tidak Dominan?
Tim langit 7
Kamis, 19 September 2024 - 09:52 WIB
Mengapa jumlah Konglomerat Muslim di Indonesia Tidak Dominan?
LANGIT7.ID-Jakarta; Jumlah penduduk yang tercatat sebagai muslim mendominasi 85% dari total populasi Indonesia. Namun, representasi muslim di antara individu terkaya (konglomerat) sangat rendah secara proporsional. Berdasarkan data Forbes tahun 2023, misalnya, hanya ada 12% pengusaha muslim di antara daftar 50 orang terkaya di Indonesia.
Ada dua hipotesis dari fenomena ini yaitu muslim secara ekonomi tidak kompetitif dibandingkan kelompok lain, dan kondisi politik-ekonomi Indonesia yang tidak dinamis, karena tangga menuju konglomerasi didominasi oleh oligarki.
Kedua hipotesis tersebut secara tidak langsung akan berisiko untuk ekonomi Indonesia. Kurangnya keragaman pada pemilik aset besar, dan stagnansi tangga menuju konglomerasi bisa memengaruhi dinamisme dan kreativitas ekonomi.
Berdasarkan hasil sementara riset saya mengenai Islam dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, setidaknya ada tiga penyebab rendahnya jumlah konglomerat muslim di Indonesia yang bisa kita diskusikan secara teori.
Pertama, terkait pada ajaran agama Islam itu sendiri. Kedua, kurangnya jaringan ekonomi global atau anglo ekonomi pada komunitas muslim. Ketiga, adanya karakteristik kroni kapitalisme di Indonesia.
Konstelasi konglomerat di Indonesia
Ada dua sumber data yang terpercaya dalam mengukur aset konglomerasi di Asia, yaitu Bloomberg Billionaires Index dan Forbes. Artikel ini memilih data Forbes karena data ini sedikit-banyak juga mengukur aset nonpublik atau nonpasar saham.
Ada dua hipotesis dari fenomena ini yaitu muslim secara ekonomi tidak kompetitif dibandingkan kelompok lain, dan kondisi politik-ekonomi Indonesia yang tidak dinamis, karena tangga menuju konglomerasi didominasi oleh oligarki.
Kedua hipotesis tersebut secara tidak langsung akan berisiko untuk ekonomi Indonesia. Kurangnya keragaman pada pemilik aset besar, dan stagnansi tangga menuju konglomerasi bisa memengaruhi dinamisme dan kreativitas ekonomi.
Berdasarkan hasil sementara riset saya mengenai Islam dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, setidaknya ada tiga penyebab rendahnya jumlah konglomerat muslim di Indonesia yang bisa kita diskusikan secara teori.
Pertama, terkait pada ajaran agama Islam itu sendiri. Kedua, kurangnya jaringan ekonomi global atau anglo ekonomi pada komunitas muslim. Ketiga, adanya karakteristik kroni kapitalisme di Indonesia.
Konstelasi konglomerat di Indonesia
Ada dua sumber data yang terpercaya dalam mengukur aset konglomerasi di Asia, yaitu Bloomberg Billionaires Index dan Forbes. Artikel ini memilih data Forbes karena data ini sedikit-banyak juga mengukur aset nonpublik atau nonpasar saham.