Fenomena Equinox Melanda Indonesia, Cuaca Terasa Lebih Panas
Lusi mahgriefie
Rabu, 25 September 2024 - 11:17 WIB
Ilustrasi fenomena equinox, dampak equinox bagi Indonesia.(Wikimedia Commons/Przemyslaw Blueshade Idzkiewicz)
Fenomena Equinox telah melanda Indonesia. Mungkin tidak semua orang menyadari hal ini, namun bila Anda merasakan pada Senin 23 September lalu cuaca terasa lebih panas dari biasanya, itulah salah satu ciri fenomena Equinox.
Equinox merupakan fenomena astronomi yang terjadi dua kali setahun, pada sekira 20 Maret dan 23 September dimana Matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa.
Pada saat fenomena itu terjadi, panjang siang dan malam hampir sama di seluruh dunia.
Di wilayah yang dilalui oleh garis khatulistiwa, seperti Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat di Sumatra Barat, equinox bisa memengaruhi cuaca, meski dampaknya tidak selalu signifikan.
Bagaimana Equinox Terjadi?
Equinox terjadi karena rotasi bumi yang berotasi miring 23,5 derajat dari sumbu orbitnya, yang menyebabkan perubahan musim di berbagai belahan dunia.
Posisi Matahari saat Equinox terjadi berada di posisi paling tengah terhadap Bumi. Ini menyebabkan kondisi langka di mana durasi siang dan malam menjadi hampir sama di seluruh wilayah.
Equinox merupakan fenomena astronomi yang terjadi dua kali setahun, pada sekira 20 Maret dan 23 September dimana Matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa.
Pada saat fenomena itu terjadi, panjang siang dan malam hampir sama di seluruh dunia.
Di wilayah yang dilalui oleh garis khatulistiwa, seperti Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat di Sumatra Barat, equinox bisa memengaruhi cuaca, meski dampaknya tidak selalu signifikan.
Bagaimana Equinox Terjadi?
Equinox terjadi karena rotasi bumi yang berotasi miring 23,5 derajat dari sumbu orbitnya, yang menyebabkan perubahan musim di berbagai belahan dunia.
Posisi Matahari saat Equinox terjadi berada di posisi paling tengah terhadap Bumi. Ini menyebabkan kondisi langka di mana durasi siang dan malam menjadi hampir sama di seluruh wilayah.