home masjid

KH Mustofa Aqiel Siroj: Belajarlah Mencintai Nabi Agar di Akhirat Kelak Bertemu Nabi Muhammad

Ahad, 29 September 2024 - 15:26 WIB
KH Mustofa Aqiel Siroj: Belajarlah Mencintai Nabi Agar di Akhirat Kelak Bertemu Nabi Muhammad
LANGIT7.ID-Cikarang Barat; Pengasuh Pondok Pesantren Khas Kempek Cirebon, KH Muhammad Mustofa Aqiel Siroj, mengajak umat Islam untuk terus belajar mencintai Nabi Muhammad. “Kita terus berdoa agar kelak di akhirat bisa bertemu dengan junjungan Nabi Muhammad,” ujar KH Mustofa saat memberikan tausiyah dalam peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Baitul Makmur, Perumahan Telaga Sakinah, Sabtu (29/9/2024).

Peringatan Maulid Nabi yang digelar oleh Pengurus Ranting NU Telaga Murni, Cikarang Barat ini, dihadiri jamaah tidak hanya di lingkungan dari perumahan Telaga Sakinah, tetapi jamaah dari Kelurahan Telaga Murni dan juga jamaah dari beberapa wilayah di sekitar Cikarang Barat, Bekasi. Acara Maulid yang diramaikan dengan penampilan Hadrah dari Tegal ini, menambah semaraknya suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad.

Menurut KH Mustofa, Nabi Muhammad adalah tokoh yang luar biasa. Nabi Muhammad, ujar adik KH Prof Dr.KH Said Aqiel Siroj ini, adalah Nabi yang sangat dimuliakan Allah. “Tidak ada mahkluk yang dimuliakan seperti Nabi Muhammad. Benar-benar hanya Nabi Muhammad yang dimuliakan,” ujar Kiai kharismatis yang pernah nyantri di pesantren KH Maimoen Zubair, di Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang ini.

Sebagai bukti bahwa Nabi Muhammad adalah makhluk yang dimuliakan oleh Allah, dalam setiap sholat, diajarkan dalam tasahudharus menyebut nama Nabi Muhammad. “Kalau dalam tasahudtidak menyebut nama Nabi Muhammad, maka sholatnya dijamin tidak sah. Itu bukti saking mulianya Nabi Muhammad,” ujar Rais Syuriah PBNU ini.

Ia menambahkan tentang kemuliaan Nabi Muhammad sebagai Mahluk Allah, di dalam surat al-ikhlas, semua bicara tentang Allah, baik Allah itu adalah Tuhan Yang Esa, Tuhan yang tidak punya anak, Tuhan yang tidak dipersekutukan. “Namun ada kalimat di awal surat Al-ikhlas; kul. Kul ini bermakna perintah, di mana setelah kul itu ada mahkluk yang sebenarnya disebut, yakni Nabi Muhammad, namun tidak dilafalkan. Ini membuktikan maknanya sangat dalam,karena kemuliaan Nabi Muhammad,” ujar KH Mustofa, putra dari KH Aqiel Siroj.

Seperti dalam sebuah hadis, Nabi tidak pernah memerintahkan umatnya untuk membaca sholawat ditambahi sayidina. Yang diperintahkan,”Allohumma solli ala Muhammad.” Tapi kenapa umat Islam, ujar Kiai Mustofa, umat Islam menambahkan sayidina dalam sholawat tersebut, hal ini bukan karena tidak taat pada Nabi Muhammad, tetapi lebih karena kita umat Islam mengedepankan tatakrama dan adab dalam menghormati makhluk yang paling dimuliakan oleh Allah tersebut.

Kiai Mustofa yang juga santri dari KH Mahrus Aly dari pesantren Lirboyo Kediri, mengisahkan para sahabat yang sangat mencintai Nabi Muhammad. Saat itu, kata Kiai Mustofa, Nabi Muhammad meminta sahabat Abu Bakar untuk mewakili menjadi imam sholat, karena kondisi Nabi sedang kurang sehat. Namun, sahabat Abu Bakar masih tidak percaya karena tidak biasanya Nabi tidak mengimami sholat. Setelah ditengok Nabi memang kurang sehat, akhirnya Abu Bakar bersedia mengganti menjadi Imam. Namun, cara sahabat Abu Bakar menjadi imam, tidak berdiri persis di tempat di mana saat Nabi menjadi imam. Abu Bakar ketika menjadi imam, mengambil posisi mundur satu langkah dari tempat Nabi saat menjadi imam. “Saat Abu Bakar mengimami tiba tiba menangis dan para makmumnya pun ikut menangis. Yang membuat Abu Bakar menangis karena melihat tempat Imam Nabi yang biasanya ada Nabi kok tidak ada Nabi. Ini yang membuat Abu Bakar menangis tersedu sedu,” ungkap Kiai Mustofa mengisahkan sejarah sahabat Abu Bakar.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya