Justin Hubner Tumbang, Duo Naturalisasi Baru Siap Mengamuk, Timnas Makin Perkasa?
Nabil
Rabu, 02 Oktober 2024 - 13:06 WIB
Justin Hubner Tumbang, Duo Naturalisasi Baru Siap Mengamuk, Timnas Makin Perkasa?
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Persiapan Tim Nasional Indonesia untuk melanjutkan perjuangan di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia mengalami sedikit guncangan. Justin Hubner, bek andalan Timnas sepanjang tahun 2024, terpaksa absen dalam dua pertandingan krusial melawan Bahrain dan China pada bulan Oktober mendatang.
Hubner, yang kini berusia 21 tahun, telah menjadi pilar penting dalam skema permainan pelatih Shin Tae-yong. Namun, nasib berkata lain ketika ia mengalami cedera seusai pertandingan melawan Australia pada 10 September 2024 lalu di Stadion Gelora Bung Karno.
Meski bermain penuh selama 90 menit dalam laga tersebut, kondisi Hubner pasca-pertandingan memburuk. Sejak kembali ke klubnya, Wolverhampton Wanderers U-21, pemain keturunan Belanda-Indonesia ini belum kembali merumput. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Hubner kerap membagikan perkembangan proses pemulihannya.
Pada 30 September 2024, Hubner mengunggah foto yang menampilkan kakinya terbungkus perban, menanggapi pertanyaan dari salah satu pengikutnya. Unggahan ini semakin menegaskan bahwa proses pemulihan Hubner masih berlangsung dan belum mencapai tahap yang memungkinkannya untuk kembali ke lapangan hijau.
Ketidakhadiran Hubner tentunya menjadi pukulan bagi Timnas Indonesia. Namun, tim besutan Shin Tae-yong tetap optimis menghadapi dua laga tandang melawan Bahrain 10 Oktober dan China 15 Oktober. Optimisme ini tidak lepas dari hasil positif yang diraih pada dua pertandingan sebelumnya di bulan September, di mana Indonesia berhasil menahan imbang Arab Saudi (1-1) di Jeddah dan Australia (0-0) di Jakarta.
Meski kehilangan Hubner, Timnas Indonesia mendapat angin segar dengan bergabungnya dua pemain naturalisasi, Mees Hilgers dan Eliano Reijnders. Hilgers, bek tengah FC Twente berusia 23 tahun, kini menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi di skuad Timnas, mencapai 7 juta euro (sekitar Rp121 miliar) menurut Transfermarkt.
Kehadiran Hilgers dan Reijnders diharapkan dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan Hubner. Namun, pengalaman dan chemistry yang telah dibangun Hubner bersama skuad Garuda selama setahun terakhir tentu tidak mudah digantikan.
Hubner, yang kini berusia 21 tahun, telah menjadi pilar penting dalam skema permainan pelatih Shin Tae-yong. Namun, nasib berkata lain ketika ia mengalami cedera seusai pertandingan melawan Australia pada 10 September 2024 lalu di Stadion Gelora Bung Karno.
Meski bermain penuh selama 90 menit dalam laga tersebut, kondisi Hubner pasca-pertandingan memburuk. Sejak kembali ke klubnya, Wolverhampton Wanderers U-21, pemain keturunan Belanda-Indonesia ini belum kembali merumput. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Hubner kerap membagikan perkembangan proses pemulihannya.
Pada 30 September 2024, Hubner mengunggah foto yang menampilkan kakinya terbungkus perban, menanggapi pertanyaan dari salah satu pengikutnya. Unggahan ini semakin menegaskan bahwa proses pemulihan Hubner masih berlangsung dan belum mencapai tahap yang memungkinkannya untuk kembali ke lapangan hijau.
Ketidakhadiran Hubner tentunya menjadi pukulan bagi Timnas Indonesia. Namun, tim besutan Shin Tae-yong tetap optimis menghadapi dua laga tandang melawan Bahrain 10 Oktober dan China 15 Oktober. Optimisme ini tidak lepas dari hasil positif yang diraih pada dua pertandingan sebelumnya di bulan September, di mana Indonesia berhasil menahan imbang Arab Saudi (1-1) di Jeddah dan Australia (0-0) di Jakarta.
Meski kehilangan Hubner, Timnas Indonesia mendapat angin segar dengan bergabungnya dua pemain naturalisasi, Mees Hilgers dan Eliano Reijnders. Hilgers, bek tengah FC Twente berusia 23 tahun, kini menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi di skuad Timnas, mencapai 7 juta euro (sekitar Rp121 miliar) menurut Transfermarkt.
Kehadiran Hilgers dan Reijnders diharapkan dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan Hubner. Namun, pengalaman dan chemistry yang telah dibangun Hubner bersama skuad Garuda selama setahun terakhir tentu tidak mudah digantikan.