home global news

Ancaman Perang Iran-Israel, Maskapai UAE Batalkan Penerbangan ke 6 Negara

Kamis, 03 Oktober 2024 - 10:20 WIB
Ancaman Perang Iran-Israel, Maskapai UAE Batalkan Penerbangan ke 6 Negara
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Maskapai penerbangan Uni Emirat Arab (UAE) telah membatalkan jadwal penerbangan sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan roket besar-besaran Iran ke Israel. Dengan ancaman pembalasan Israel yang membuat kawasan ini di ambang eskalasi perang yang sudah menghancurkan, maskapai penerbangan mengambil langkah demi keselamatan penumpang, sekaligus terpaksa merespons penutupan wilayah udara Israel, Irak, dan Yordania.

Baca juga: AS Tidak Akan Dukung Serangan Israel ke Iran, Biden Tegaskan Sikap

Maskapai Dubai seperti Emirates dan flydubai membatalkan semua penerbangan ke Irak, Iran, dan Yordania yang dijadwalkan pada hari Kamis. Sementara itu, Etihad Airways yang berbasis di Abu Dhabi telah membatalkan semua layanan penerbangannya ke Tel Aviv. Emirates juga membatalkan penerbangan ke Inggris, Oman, dan Kuwait di tengah gangguan ini.

Ketiga maskapai tersebut memastikan bahwa penumpang yang sudah memesan tiket akan dibantu dengan pengaturan perjalanan. Para penumpang disarankan untuk memeriksa informasi penerbangan terbaru secara online dengan maskapai mereka.

Penerbangan ke Beirut juga terganggu. Emirates memperpanjang penangguhan rute ke dan dari ibu kota Lebanon hingga 8 Oktober, sementara flydubai hingga 7 Oktober, seiring dengan dimulainya serangan Israel di selatan negara tersebut.

Maskapai Teluk lainnya juga menghentikan penerbangan. Air Arabia menangguhkan penerbangan ke Beirut dari Sharjah dan Abu Dhabi. Egyptair mengumumkan penangguhan penerbangan ke Beirut untuk waktu yang tidak ditentukan. Royal Jordanian menyatakan penerbangan ke Beirut tidak beroperasi "karena situasi saat ini", tanpa memberikan waktu pasti untuk memulai kembali.

Iran Air dan Iraqi Airways juga menangguhkan penerbangan ke ibu kota Lebanon "sampai pemberitahuan lebih lanjut", menurut laporan kantor berita lokal akhir pekan lalu. Maskapai nasional Bahrain, Gulf Air, dan Qatar Airways yang berbasis di Doha mengambil langkah serupa karena kekhawatiran keamanan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya