Dua Skenario Penanganan Covid-19 di 2022, Begini Penjelasan Menkes
Fajar adhitya
Selasa, 14 September 2021 - 00:05 WIB
Menteri Kesehatan republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin. Foto: Istimewa
Pemerintah Indonesia telah menyiapkan dua skenario terkait penanganan Covid-19 pada 2022 mendatang. Dua skenario itu pun juga bergantung pada dua asumsi terkait penularan virus SARS-CoV-2 tersebut.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, skenario pertama berdasarkan pada asumsi jika tidak ada varian baru virus yang muncul. dengan begitu, kata dia, pandemi berubah status menjadi endemi.
Baca Juga:Kasus Harian Baru Covid-19 di Indonesia Turun, Hari Ini 2.577
Sedangkan skenario kedua berdasarkan asumsi masih ada varian baru yang memicu lonjakan kasus. "Kedua opsi tersebut sudah kami bicarakan dengan Kementerian Keuangan agar disiapkan anggarannya," kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Senin (13/9/2021).
Dalam skenario pertama, Budi memperkirakan akan ada 1,9 juta kasus Covid-19 di Indonesia dalam setahun. Sedangkan pada skenario kedua jumlah kasus dalam setahun bisa mencapai 3,9 juta.
"Skenario ini akan memengaruhi penanganan pada tes, perawatan, serta isolasi pasien," ujarnya.
Dia melanjutkan, Indonesia perlu melakukan 28 juta tes Covid-19 apabila skenario pertama terjadi. Pada skenario kedua, jumlah tes yang dilakukan menjadi lebih banyak yakni 58 juta.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, skenario pertama berdasarkan pada asumsi jika tidak ada varian baru virus yang muncul. dengan begitu, kata dia, pandemi berubah status menjadi endemi.
Baca Juga:Kasus Harian Baru Covid-19 di Indonesia Turun, Hari Ini 2.577
Sedangkan skenario kedua berdasarkan asumsi masih ada varian baru yang memicu lonjakan kasus. "Kedua opsi tersebut sudah kami bicarakan dengan Kementerian Keuangan agar disiapkan anggarannya," kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Senin (13/9/2021).
Dalam skenario pertama, Budi memperkirakan akan ada 1,9 juta kasus Covid-19 di Indonesia dalam setahun. Sedangkan pada skenario kedua jumlah kasus dalam setahun bisa mencapai 3,9 juta.
"Skenario ini akan memengaruhi penanganan pada tes, perawatan, serta isolasi pasien," ujarnya.
Dia melanjutkan, Indonesia perlu melakukan 28 juta tes Covid-19 apabila skenario pertama terjadi. Pada skenario kedua, jumlah tes yang dilakukan menjadi lebih banyak yakni 58 juta.