home global news

Ancaman Perang di Iran-Israel Bikin Pasar Minyak Global Resah

Rabu, 09 Oktober 2024 - 08:42 WIB
Ancaman Perang di Iran-Israel Bikin Pasar Minyak Global Resah
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pedagang minyak global was-was menantikan serangan balasan Israel terhadap Iran. Harga minyak dunia naik turun seiring spekulasi apakah Israel akan menyerang infrastruktur minyak Iran dan bagaimana Tehran akan merespons.

Harga global melonjak sekitar 11% setelah Iran meluncurkan sekitar 200 rudal ke Israel pekan lalu. Namun, harga kembali turun karena belum ada gangguan pasar nyata dan muncul kekhawatiran baru tentang lemahnya permintaan dari Tiongkok.

Harga minyak anjlok lebih dari 4% pada Selasa pagi, membuat patokan AS turun di bawah $75 per barel. Sementara minyak mentah Brent berada di sekitar $78 per barel, turun dari lebih dari $80 sehari sebelumnya.

Joost R. Hiltermann, direktur program untuk Timur Tengah dan Afrika Utara di International Crisis Group, mengatakan serangan terhadap fasilitas ekspor Iran kemungkinan akan berdampak lebih signifikan pada pasar minyak dibanding kerusakan pada fasilitas penyulingan.

"Ekspor Iran hampir sepenuhnya terikat ke Tiongkok. Jika pasokannya hilang dari pasar, produsen lain bisa mengkompensasi. Namun, jika Tehran atau sekutunya membalas dengan menyerang pelayaran atau infrastruktur di wilayah lain, situasi bisa cepat memanas," ujarnya.

Muhammad Sharif Ebrahim, kepala Departemen Hubungan Internasional di Universitas Katolik di Erbil, menekankan peran penting infrastruktur minyak Iran. Menurut OPEC, Iran memproduksi 3,2 juta barel minyak per hari pada Agustus, mewakili sekitar 3% dari pasokan global.

"Efek langsung akan mencakup lonjakan harga minyak jangka pendek dan peningkatan volatilitas pasar," kata Ebrahim. "Konsekuensi jangka panjang bisa melibatkan gangguan rantai pasokan, ketidakstabilan regional, dan tindakan balasan, terutama di Selat Hormuz, yang menjadi jalur sepertiga pasokan minyak global."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya