Ketegangan Meningkat, Iran Aktifkan Kembali Ekspor Minyak di Tengah Ancaman Israel
Nabil
Rabu, 09 Oktober 2024 - 08:49 WIB
Ketegangan Meningkat, Iran Aktifkan Kembali Ekspor Minyak di Tengah Ancaman Israel
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Iran telah mengirim kembali kapal tanker minyaknya ke pusat ekspor minyak utama di Teluk Persia setelah mengevakuasinya minggu lalu. Hal ini menandakan bahwa Tehran mungkin percaya telah menghindari serangan Israel terhadap salah satu fasilitas energi terpenting mereka.
Menurut data yang dibagikan kepada media oleh TankerTrackers.com, dua kapal tanker super VLCC milik Perusahaan Tanker Nasional Iran (NITC) kini sedang memuat minyak di pulau Kharg. Pulau ini merupakan rumah bagi terminal besar yang mengekspor 90 persen minyak Republik Islam. Sebuah kapal tanker Aframax yang bukan milik NITC juga sedang memuat minyak di sana.
Baca juga: Ancaman Perang di Iran-Israel Bikin Pasar Minyak Global Resah
Ini berarti Iran sedang mengekspor 4,7 hingga 4,9 juta barel minyak menggunakan kapal tanker besar yang mudah menjadi target, meskipun mereka sedang bersiap menghadapi apa yang disebut Israel sebagai "pembalasan signifikan" atas serangan rudal balistik besar-besaran minggu lalu.
Presiden AS Joe Biden mengejutkan pasar minyak minggu lalu ketika mengatakan AS dan Israel sedang membahas serangan terhadap fasilitas minyak. Namun, kemudian dia meralat pernyataannya, mengatakan, "Jika saya berada di posisi mereka, saya akan memikirkan alternatif lain selain menyerang ladang minyak Iran".
Keputusan NITC untuk mengirim kembali kapal ke Pulau Kharg menunjukkan bahwa Iran kini tampaknya berada dalam "mode risiko rendah", kata Samir Madani, CEO TankerTrackers.com, kepada media.
Berbicara saat mengunjungi Pulau Kharg pada hari Minggu, Menteri Energi Iran mengatakan: "Kami tidak takut musuh-musuh kami akan menyulut krisis, dan kunjungan ke wilayah ini adalah perjalanan bisnis yang normal."
Menurut data yang dibagikan kepada media oleh TankerTrackers.com, dua kapal tanker super VLCC milik Perusahaan Tanker Nasional Iran (NITC) kini sedang memuat minyak di pulau Kharg. Pulau ini merupakan rumah bagi terminal besar yang mengekspor 90 persen minyak Republik Islam. Sebuah kapal tanker Aframax yang bukan milik NITC juga sedang memuat minyak di sana.
Baca juga: Ancaman Perang di Iran-Israel Bikin Pasar Minyak Global Resah
Ini berarti Iran sedang mengekspor 4,7 hingga 4,9 juta barel minyak menggunakan kapal tanker besar yang mudah menjadi target, meskipun mereka sedang bersiap menghadapi apa yang disebut Israel sebagai "pembalasan signifikan" atas serangan rudal balistik besar-besaran minggu lalu.
Presiden AS Joe Biden mengejutkan pasar minyak minggu lalu ketika mengatakan AS dan Israel sedang membahas serangan terhadap fasilitas minyak. Namun, kemudian dia meralat pernyataannya, mengatakan, "Jika saya berada di posisi mereka, saya akan memikirkan alternatif lain selain menyerang ladang minyak Iran".
Keputusan NITC untuk mengirim kembali kapal ke Pulau Kharg menunjukkan bahwa Iran kini tampaknya berada dalam "mode risiko rendah", kata Samir Madani, CEO TankerTrackers.com, kepada media.
Berbicara saat mengunjungi Pulau Kharg pada hari Minggu, Menteri Energi Iran mengatakan: "Kami tidak takut musuh-musuh kami akan menyulut krisis, dan kunjungan ke wilayah ini adalah perjalanan bisnis yang normal."