Mobil Listrik dengan Harga Terjangkau Masih Impian, Ini Alasannya
Muhammad rifai akif
Selasa, 14 September 2021 - 02:02 WIB
Mobil listrik mengisi daya di Stasiun Tenaga. Foto : Langit7.id/IStock
Ingin memiliki mobil berbahan bakar murni listrik di Indonesia? Mungkin bisa terwujud dalam waktu dekat.
Indonesia dengan jumlah penduduk besar menjadi salah satu target pasar utama oleh para produsen mobil yang menggunakan energi alternatif ini. Sepertinya tak sedikit yang ingin memiliki mobil ini, tapi yang masih menjadi persoalan utama adalah harga.
Keunggulan utama mobil listrik yakni pada ramah energi dan kelestarian lingkungan. Namun, mobil listrik masih tahap pengembangan sehingga banyak persoalan yang perlu diatasi terkait penggunaannya di lapangan. Inilah beberapa alasan yang membuat mobil listrik masih mahal.
1. Harga baterai
Baterai pada mobil listrik menjadi komponen dengan harga paling merogoh kocek. Nilainya bisa mencapai sepertiga dari seluruh biaya produksi. Komponen penyusun baterai lithium-ion harus didesain cukup besar agar mobil mampu menempuh jarak yang jauh. Oleh karena itulah, pengembangan baterai terus dilakukan untuk menekan biaya baterai.
Komponen termahal pada setiap sel baterai adalah katoda, salah satu bagian dari dua elektroda yang menyimpan dan melepaskan energi listrik. Bahan baku kobalt, nikel, litium, dan mangan pembentuk katoda masih relatif mahal. Hal tersebut disebabkan karena bahan baku perlu ditambang, diproses, dan diubah jadi senyawa kimia dengan kemurnian tinggi.
2. Minimnya stasiun pengisian daya listrik
Indonesia dengan jumlah penduduk besar menjadi salah satu target pasar utama oleh para produsen mobil yang menggunakan energi alternatif ini. Sepertinya tak sedikit yang ingin memiliki mobil ini, tapi yang masih menjadi persoalan utama adalah harga.
Keunggulan utama mobil listrik yakni pada ramah energi dan kelestarian lingkungan. Namun, mobil listrik masih tahap pengembangan sehingga banyak persoalan yang perlu diatasi terkait penggunaannya di lapangan. Inilah beberapa alasan yang membuat mobil listrik masih mahal.
1. Harga baterai
Baterai pada mobil listrik menjadi komponen dengan harga paling merogoh kocek. Nilainya bisa mencapai sepertiga dari seluruh biaya produksi. Komponen penyusun baterai lithium-ion harus didesain cukup besar agar mobil mampu menempuh jarak yang jauh. Oleh karena itulah, pengembangan baterai terus dilakukan untuk menekan biaya baterai.
Komponen termahal pada setiap sel baterai adalah katoda, salah satu bagian dari dua elektroda yang menyimpan dan melepaskan energi listrik. Bahan baku kobalt, nikel, litium, dan mangan pembentuk katoda masih relatif mahal. Hal tersebut disebabkan karena bahan baku perlu ditambang, diproses, dan diubah jadi senyawa kimia dengan kemurnian tinggi.
2. Minimnya stasiun pengisian daya listrik