7 Alumni PMII Masuk Kabinet Merah Putih Prabowo, Berikut Profilnya
Tim langit 7
Senin, 21 Oktober 2024 - 14:43 WIB
Tujuh menteri dalam Kabinet Merah Putih Prabowo merupakan alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).Foto/NU Online
Presiden RI Prabowo Subianto telah mengumumkan susunan menteri, wakil menteri, dan lembaga setingkat menteri di Istana Negara Jakarta pada Ahad (20/10/2024) malam.
Prabowo mengumumkan 48 menteri, 5 kepala Lembaga, serta 56 wakil menteri dan lembaga yang akan bertugas membantunya di Kabinet Merah Putih (KMP).
Dari total 109 orang tersebut, ada 7 alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang ditugaskan Prabowo menjadi menteri dan wakil menteri.
Mereka yaitu KH Nasaruddin Umar, Arifatul Choiri Fauzi, Abdul Muhaimin Iskandar, Nusron Wahid, Juri Ardiantoro, Abdul Kadir Karding, dan Aminuddin Ma’ruf.
1. KH Nasaruddin Umar
KH Nasaruddin Umar merupakan kader PMII Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Ujung Pandang. Ia meraih gelar sarjana di kampus yang kini bernama UIN Alauddin Makassar itu pada 1984.
Setelah lulus S1 dari IAIN Ujung Pandang, Nasaruddin Umar melanjutkan pengembaraan intelektualnya dengan melanjutkan S2 (1990-1992) dan S3 (1993-1998) di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga meraih gelar Guru Besar bidang Tafsir di UIN Syarif Hidayatullah pada 2002.
Prabowo mengumumkan 48 menteri, 5 kepala Lembaga, serta 56 wakil menteri dan lembaga yang akan bertugas membantunya di Kabinet Merah Putih (KMP).
Dari total 109 orang tersebut, ada 7 alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang ditugaskan Prabowo menjadi menteri dan wakil menteri.
Mereka yaitu KH Nasaruddin Umar, Arifatul Choiri Fauzi, Abdul Muhaimin Iskandar, Nusron Wahid, Juri Ardiantoro, Abdul Kadir Karding, dan Aminuddin Ma’ruf.
1. KH Nasaruddin Umar
KH Nasaruddin Umar merupakan kader PMII Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Ujung Pandang. Ia meraih gelar sarjana di kampus yang kini bernama UIN Alauddin Makassar itu pada 1984.
Setelah lulus S1 dari IAIN Ujung Pandang, Nasaruddin Umar melanjutkan pengembaraan intelektualnya dengan melanjutkan S2 (1990-1992) dan S3 (1993-1998) di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga meraih gelar Guru Besar bidang Tafsir di UIN Syarif Hidayatullah pada 2002.