home global news

Mencekam! Warga Gaza Terpaksa Tinggal di Toilet Akibat Blokade Israel

Senin, 21 Oktober 2024 - 21:10 WIB
Mencekam! Warga Gaza Terpaksa Tinggal di Toilet Akibat Blokade Israel
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Badan PBB melaporkan bahwa Israel masih menghalangi misi kemanusiaan untuk mencapai wilayah Gaza utara dengan pasokan penting seperti obat-obatan dan makanan bagi warga yang terkepung. Kepala badan pengungsi Palestina PBB (UNRWA), Philippe Lazzarini, menyatakan hal ini pada hari Senin.

Lazzarini menambahkan melalui media sosial bahwa rumah sakit telah terkena serangan dan kehilangan listrik, sementara orang-orang yang terluka dibiarkan tanpa perawatan. "Tempat penampungan UNRWA yang tersisa sangat sesak, beberapa pengungsi terpaksa tinggal di toilet. Menurut laporan, orang-orang yang berusaha melarikan diri terbunuh, jasad mereka dibiarkan di jalanan. Misi penyelamatan korban dari reruntuhan juga ditolak," ujarnya.

Israel belum memberikan tanggapan langsung atas pernyataan UNRWA tersebut. Mereka mengklaim telah mengirimkan bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar ke Gaza melalui pengiriman darat, termasuk pada Senin pagi, dan penerjunan udara. Israel juga menyatakan telah memfasilitasi evakuasi pasien dari Rumah Sakit Kamal Adwan.

"Badan-badan kemanusiaan termasuk UNRWA harus mendapatkan akses ke Gaza utara. Menolak dan mempersenjatai bantuan kemanusiaan untuk mencapai tujuan militer adalah tanda betapa rendahnya kompas moral," tegas Lazzarini.

Dia menekankan bahwa bantuan harus mencapai semua orang yang membutuhkan di wilayah Palestina tersebut, termasuk anak-anak dan sandera Israel yang ditahan oleh militan Hamas. "Gencatan senjata adalah awal untuk mengakhiri mimpi buruk tanpa akhir ini," tambahnya.

Israel memulai operasi militer besar-besaran di Gaza utara, terutama di dalam Jabalia, kamp terbesar dari delapan kamp bersejarah di wilayah tersebut, lebih dari dua minggu lalu. Mereka menyatakan tujuannya untuk mencegah pejuang Hamas berkumpul kembali.
(lam)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya